1

Rakerda XVI HIPMI Sultra Perkuat Peran Pengusaha Muda

*Foto bersama pembukaan Rakerda XVI Hipmi Sultra 2025.
1

Kendari, Radarsultra.co – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVI sekaligus Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) di salah satu hotel di Kendari, Senin (8/9/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bidang OKK BPP HIPMI, Tri Febrianto Damu, dan diikuti peserta dari seluruh DPC HIPMI se-Sultra.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengusaha muda HIPMI merupakan aset penting bagi pembangunan daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sultra yang saat ini mencapai 5,6 persen, lebih tinggi dibanding angka nasional 5,12 persen, tidak lepas dari kontribusi sektor usaha.

1

Hugua menjelaskan, posisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra ditopang oleh tiga sektor utama. Sektor pertanian menyumbang 23,5 persen dari PDRB meski pertumbuhannya hanya 2,7 persen, sementara sektor pertambangan menyumbang sekitar 20 persen dengan pertumbuhan 10–15 persen. Adapun sektor kelautan dan perikanan juga menjadi bagian penting dalam mendukung daya saing daerah.

BACA JUGA :  Indosat Hadirkan Kelas AI dan Otomasi di IDCamp 2024, Bentuk Talenta Digital Berdaya Saing Global

“Pemerintah provinsi hanya sebatas mendorong, tetapi yang membuat negara kaya adalah pengusaha. Kontribusi pemerintah dan pengusaha sangat diperlukan, terutama untuk menggenjot sektor petani dan nelayan. Mari kita tumbuh bersama agar kekuatan fundamental pengusaha menjadi lebih kuat,” ujarnya.

Hugua juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra telah menetapkan tiga prioritas utama pembangunan, yaitu pendidikan, kesehatan, dan agro maritim. Menurutnya, sektor agro maritim akan menjadi fokus ke depan karena Sultra memiliki dua laut dalam, yakni di perairan Flores (WPP 713) dan perairan Banda (WPP 714).

Ketua Umum DPD HIPMI Sultra, Triawan Rizbar Taha, menyebut Rakerda XVI menjadi momentum penting dalam menetapkan program kerja organisasi untuk tiga tahun ke depan. HIPMI Sultra yang memiliki 12 bidang kerja diharapkan mampu menghasilkan program strategis yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.

“Harapannya, seluruh bidang yang bersentuhan dengan sektor ekonomi dapat memberi nilai tambah, terutama pariwisata yang menjadi fokus sejalan dengan arah kebijakan nasional. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk pengusaha yang tidak hanya berorientasi pada untung dan rugi, tetapi juga memiliki integritas dan mental yang kuat,” jelas Triawan.

BACA JUGA :  Ridwan Bae Ajak Perawat PPNI Sukses Berwirausaha

Ia menambahkan, menjadi pengusaha bukan hanya soal hitung-hitungan keuntungan, melainkan juga membutuhkan mental tangguh untuk bangkit kembali saat menghadapi kerugian. “Inilah yang membedakan pengusaha sejati,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda XVI HIPMI Sultra, Dilla Ainun Tata, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang konsolidasi, refleksi, dan akselerasi menuju kemandirian ekonomi daerah. “Rakerda ini adalah bukti komitmen HIPMI dalam membangun pengusaha muda yang tangguh secara bisnis, memiliki integritas, daya saing, serta semangat nasionalis. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar berkat kerja keras panitia dan dukungan Steering Committee,” ungkap Dilla.

Menurutnya, partisipasi aktif peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sultra menjadi bukti bahwa HIPMI berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia berharap Rakerda HIPMI 2025 menjadi momentum kebangkitan pengusaha muda di Sultra sekaligus membawa manfaat besar bagi kemajuan daerah.

1
1