Kendari, Radarsultra.co.id – Kerajinan tangan, khususnya tenun merupakan salah satu kekayaan budaya yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan salah satu daerah penghasil tenun terbaik Sulawesi Tenggara adalah Desa Masalili Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Melihat potensi tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sultra bekerjasama dengan berbagai pihak terkait bekerja sama untuk memberdayakan wanita Masalili untuk mengembangkan tenun Masalili sebagai kekuatan ekonomi lokal.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Suharman Tabrani mengatakan, Sebagai langkah konkrit, pada bulan Oktober 2018 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara bersama-sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muna, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Muna, Dinas Pariwisata Kabupaten Muna serta PT. BPD Sultra Cabang Raha telah menandatangani MoU Local Economic Development – Pengembangan Tenun Masalili di Kabupaten Muna.
“MoU tersebut mencakup antara lain sisi penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas, motif, desain dan pemasaran” ujarnya dalam kegiatan Fashion Show Busana Muslimah Tenun Masalili, Selasa, (21/05/2019).
Dengan pengembangan tenun Masalili, diharapkan agar kearifan lokal dapat lebih dikenal dan diterima oleh masyarakat yang lebih luas sehingga keragaman budaya Sultra berupa tenun dapat menambah warna di level nasional maupun internasional.






