1

PT GKP Tegaskan Komitmen Pengelolaan Lingkungan di Wawonii Tak Terhenti

PT GKP Tegaskan Komitmen Pengelolaan Lingkungan di Wawonii Tak Terhenti
1

Wawonii, Radarsultra.co – PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten menjalankan seluruh kewajiban lingkungan di wilayah operasinya di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Fokus pengelolaan berkelanjutan terhadap aspek lingkungan dan sosial diharapkan dapat memastikan ekosistem pulau tetap terjaga dan kehidupan di dalamnya terus berkembang.

1

“PT GKP tetap berpegang teguh pada prinsip tata kelola pertambangan yang baik (Good Mining Practice). Kami menyadari bahwa pengelolaan lingkungan dan program sosial bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi wujud tanggung jawab moral, sosial, dan lingkungan kepada masyarakat dan generasi mendatang,” ujar Hendry Drajat, Manager Strategic Communication PT GKP, Selasa (12/8/2025).

Ketgam: Perkembangan program Reklamasi PT GKP di area operasi Pulau Wawonii.

GKP menyebut sejumlah program pengelolaan lingkungan telah, sedang, dan akan terus dilaksanakan.

Program tersebut meliputi kegiatan reklamasi, revegetasi, pengelolaan limbah, serta pemantauan lingkungan.

Perusahaan yang meraih penghargaan lingkungan PROPER Peringkat Biru Tahun 2023-2024 ini juga mengintensifkan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah dan dinas terkait.

BACA JUGA :  Pertanian Kian Terpuruk, Wawonii Butuh Dorongan Ekonomi Baru dari Investasi

Hal ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan lingkungan dan reklamasi berjalan lancar, diawasi secara transparan, serta akuntabel.

“Saat ini, kami telah melaksanakan reklamasi lahan bekas tambang secara bertahap dengan luas lahan yang telah direklamasi sebesar 17,48 Ha dan juga melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kini telah berjalan seluas 743 Ha,” jelas Badrus Saleh, Environment & Forestry Superintendent PT GKP.

Ketgam: Beberapa fasilitas Settling Pond yang menjadi bagian water treatment plant PT GKP yang berfungsi untuk proses
filtrasi air sebelum dialirkan kembali ke lingkungan.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa komitmen kami tidak berhenti dan bukan sekedar normative di atas kertas. Kondisi saat ini justru menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan bahwa GKP adalah perusahaan yang bertanggung jawab terhadap dampak operasionalnya, baik secara ekologis maupun sosial,” tambahnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Umum Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI), Prof. Dr. Ir. Hj. Husna, MP, yang mengapresiasi konsistensi PT GKP dalam menjaga ekologi dan biodiversitas Pulau Wawonii.

BACA JUGA :  Seruan JATAM Disebut Sebagai Bentuk Provokasi di Wawonii

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab nyata perusahaan dalam memitigasi dampak pertambangan terhadap keanekaragaman hayati.

“Pemantauan yang kami lakukan untuk hutan itu ada 6 titik lingkungan darat, 4 titik di perairan laut, dan 3 titik di area perairan darat. Kondisi biodiversitas flora maupun fauna darat ini secara umum berdasarkan hasil analisis vegetasi pada lokasi pengamatan, semuanya terlihat baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil pemantauan menunjukkan tutupan vegetasi di enam titik pengamatan rata-rata di atas 90 persen, menandakan lahan tidak terganggu.

“Begitupun dari indeks keanekaragaman, pemerataan, maupun indeks kekayaan jenis, semuanya termasuk sangat tinggi. Pemantauan fauna, kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, ini mengalami peningkatan dan kategorinya itu indeksnya sangat tinggi,” terang Husna.**

1
1