1

Program Keselamatan Jasa Raharja Ditutup Edukasi Asmo Sulsel

*Asmo Sulsel menutup rangkaian Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Jasa Raharja melalui kegiatan edukasi safety riding yang digelar di Kantor Kecamatan Manggala,
1

Makassar, Radarsultra.co – Asmo Sulsel menutup rangkaian Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi Jasa Raharja melalui kegiatan edukasi safety riding yang digelar di Kantor Kecamatan Manggala, Kamis, 27 November 2025. Kegiatan ini diikuti lebih dari 80 peserta, terdiri dari aparat kecamatan dan masyarakat umum.

Kecamatan Manggala dipilih sebagai lokasi penutup karena termasuk dalam tiga kecamatan dengan angka kecelakaan tertinggi berdasarkan domisili korban, setelah Kecamatan Makassar dan Kecamatan Biringkanaya.

1

Program Intensifikasi Keselamatan Transportasi merupakan inisiatif Jasa Raharja yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepolisian, tenaga medis, serta Asmo Sulsel sebagai perwakilan industri otomotif. Kolaborasi ini bertujuan memberikan edukasi menyeluruh mengenai pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna sepeda motor Honda di wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, dan Ambon.

BACA JUGA :  Tak Hanya Rawat Motor, Dealer Honda Kini Rawat Konsumen Lewat “Ganteng Day”

Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, kembali menekankan sejumlah materi kunci, mulai dari teknik berkendara aman, faktor utama penyebab kecelakaan, hingga pentingnya perlengkapan keselamatan seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Ia menegaskan bahwa perilaku manusia menjadi faktor terbesar terjadinya kecelakaan.

“Helm itu pelindung paling penting saat terjadi benturan. Sayangnya, banyak pengendara memilih helm asal-asalan hanya karena ingin menghindari tilang. Padahal, kita harus berinvestasi pada helm yang benar-benar melindungi kepala,” ujar Wanny.

Suasana edukasi sempat mencair ketika Wanny meminta peserta menyebutkan harga sepatu yang digunakan. Sebagian besar peserta ternyata memakai sepatu yang nilainya lebih tinggi daripada helm mereka.

BACA JUGA :  Siswa Siswi di Konut Terima Beasiswa dari PT. ANTAM Tbk.

“Kalau kaki patah, masih ada kaki palsu. Tapi kalau kepala? Tidak ada kepala palsu. Jadi kenapa kita lebih menghargai kaki daripada kepala?” ucapnya, disambut tawa dan anggukan peserta.

Menutup sesi edukasi, Wanny kembali mengingatkan bahwa keselamatan bukan hanya soal menghindari kecelakaan, tetapi juga mengurangi tingkat fatalitas. Ia mengajak seluruh peserta melakukan pengecekan keselamatan sebelum berkendara, menjaga kondisi tubuh, serta mematuhi aturan lalu lintas.

Melalui penutupan edukasi di Kecamatan Manggala ini, Asmo Sulsel berharap peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan semakin kuat. Sinergi antara Jasa Raharja, Kepolisian, dan tenaga kesehatan menjadi langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan, khususnya di wilayah dengan risiko tinggi seperti Manggala.

1
1