Kendari, radarsultra.co.id – Produktivitas padi dan jagung di Sultra meningkat. Tahun 2016 petani mampu menghasilkan 40,79 kuintal per hektar padi, tahun 2017 naik menjadi 42,10 kuintal per hektar padi sawah. Hal ini dipengaruhi gencarnya program pemerintah dalam meningkatkan produksi petani.
”Angka tetap (atap) padi di Sultra meningkat, progres produktivitas tahun 2017 lebih baik dari 2016 dan kita harapkan tahun 2018 dapat meningkat lagi,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Sultra, Suryati Raeba saat ditemui usai rapat penyusunan atap 2017 dan angka ramalan (aram) I 2018 di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (10/7/2018).
Berdasarkan data yang dirilis BPS Sultra, perkembangan atap tahun 2017-2016 mengalami peningkatan sebesar 3,21 persen dan untuk aram I tahun 2018, perkembangannya mencapai 0,84 persen.

“Aram I 2018 adalah realisasi tanam yang telah dicapai mulai Januari sampai April 2018 dan prediksi Mei sampai Desember 2018,” ujarnya.
Dalam rapat yang dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan BPS kabupaten kota se Sultra tersebut, beberapa peserta dari Dinas Tanaman Pangan Konawe Selatan, Bombana, Kolaka Utara, Kota Kendari dan Baubau menyampaikan beberapa hal yang menyebabkan progres produktivitas padi sawah meningkat.
Produktivitas yang tinggi dipengaruhi beberapa faktor diantaranya perlakuan lahan oleh petani, penyuluh pertanian dan program yang disiapkan pemerintah kota, provinsi dan pusat. Selain itu, pemilihan bibit, perlakuan bibit, pemilihan pestisida maupun penyaluran pupuk yang tepat sasaran dan saluran irigasi yang terjaga dengan baik sangat mempengaruhi.
Selain padi, komoditi lain seperti jagung juga mengalami peningkatan dari tahun 2016 menghasilkan 29,21 kuintal per hektar, tahun 2017 naik 37,48 kuintal per hektar atau meningkat 28,31 persen.
“Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh support pemerintah pusat, tahun 2018 Sultra dialokasikan 5400 hektar lahan untuk jagung , sehingga jika luas panen bertambah maka provitas juga bertambah,” tutupnya.(b)






