Kendari, Radarsultra.co.id – Produksi padi dan jagung di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan pada tahun 2017 yakni masing-masing sebanyak 711.401 ton gabah kering giling (GKG) dan 172.078 ton pipilan kering. Sedangkan kedelai sebanyak 4.055 ton biji kering.
“Untuk padi 711.401 ton, jagung 172.078 ton pipilan kering, dan kedelai 4.055 ton,” terang Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra Suryati Raeba kepada Radarsultra.co.id pada Rabu (15/8/2018).
Sementara itu, produksi kedelai Sultra tahun 2016 tercatat mencapai 16.136 ton dan tahun 2015 sebanyak 12.799 ton (bkk.fajar.co.id). Dengan produksi tahun 2017 yang hanya mencapai 4.055 ton maka produksi tanaman kedelai di Sultra mengalami penurunan sebanyak 12.081 ton dari tahun 2016. Dimana jumlah penurunan ini mendekati produksi tahun 2015.
Alasan penurunan produksi ini, disebabkan pengaruh kultur masyarakat setempat yang lebih tertarik untuk membudidayakan tanaman padi dan jagung.
“Sedangkan tanaman kedelai hanya lebih banyak diminati untuk dibudidayakan oleh penduduk transmigrasi,” kata Kadis Distanak Sultra Muhammad Nasir seperti dikutip dari sultra.antaranews.com.
Selain itu, masih kata Nasir, yakni minimnya bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan tanaman kedelai. “Karena tahun ini kami hanya mendapatkan alokasi bantuan dari pusat seluas 5.000 hektar,” lanjutnya.
Sementara itu, angka ramalan I produksi tanaman pangan tahun 2018 ditargetkan untuk tanaman padi mencapai 716. 156 ton GKG, tanaman jagung 192.329 ton pipilan kering, dan tanaman kedelai 8.007 ton biji kering.
Laporan: Benny Laponangi






