Kendari, Radarsultra.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra menggelar rapat penyusunan angka tetap (atap) tahun 2017 dan angka ramalan (aram) I tahun 2018 terkait produktivitas tanaman pangan Sultra bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra.

Acara yang berlangsung dua hari, mulai 9-10 Juli 2018. Rapat kordinasi dihadiri perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan BPS kabupaten kota se Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari

Distanak Sultra Gelar Rakor dan Evaluasi LTT
Acara rakor bersama Direktorat Jendral (Ditjen) Tanaman Pangan tersebut, dihadiri Kepala Distanak Sultra, Kepala Dinas Pertanian dan staff dari seluruh kabupaten/kota di Sultra, Rabu, (8/8/2018).

Kepala Distanak Sultra, Muhammad Nasir mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka sinkronisasi data terhadap penambahan LTT untuk tiga komoditi yaitu padi, kedelai dan jagung yang merupakan komoditi unggulan nasional.
“Data tersebut ingin kita sinkronkan karena kita ingin mencapai tambahan surplus di provinsi maupun secara nasional agar kita tidak bergantung pada impor beras” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan di Grand Clarion Hotel Kendari, Rabu, (8/8/2018).
Distanak Sultra Gelar Penyusunan Aram II
Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra menggelar rapat penyusunan angka ramalan (aram) II atau angka sementara tahun 2018 terkait produktivitas tanaman pangan Sultra pada 8 s.d 9 November 2018.

Keterangan gambar: Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Sultra, Suryati Raeba mengevaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) 17 Kabupaten/kota. (Foto: Aisyah RS)
Rapat yang digelar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, dihadiri Dinas Pertanian 17 kabupaten kota se-Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari.


Distanak Sultra telah mengalokasikan program dan kegiatan sesuai potensi masing-masing daerah di Sultra. Kegiatan tersebut berupa bantuan benih untuk budidaya padi, jagung dan kedelai dengan memanfaatkan areal tanam baru seperti lahan eks tambang, lahan kehutanan, dan lahan perkebunan.


“Rapat aram II yang dibahas terkait pencapaian luas panen, produktivitas dan produksi padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar,” kata Suryati, kamis (8/11/2018).

Distanak berharap agar data produksi dari Badan Pusat Statistik (BPS) tetap dikoordinasikan ke pihak Distanak Sultra sehingga dilakukan penyesuaian data dan tidak menimbulkan perbedaan data yang signifikan, serta menjadi bahan evaluasi bagi daerah yang mengalami penurunan produktivitas.






