Kendari, Radarsultra.co.id – Dokter Forensik yang juga dokter Polisi (Dokpol) Biddokes Polda Sultra, Kompol dr. Mauluddin M. S.Sos MH, Sp.F, menerima piagam penghargaan dari Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi S.IK dihari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 72, Kamis (17/8/2017).
Penghargaan tersebut diterimanya setelah berhasil mengungkap beberapa kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Kendari khususnya pembakaran kantor Lurah Wuawua dan Anduonohu yang terjadi pada 19 Februari 2017 lalu.
Kompol dr. Mauluddin M saat ditemui secara khusus pihak Radarsultra.co.id mengatakan, penghargaan yang diterimanya merupakan bentuk apresiasi sebagai Dokter Forensik Dokpol Biddokes Polda Sultra.
“Apresiasi saja atas bantuan terkait profesi saya selama ini sebagai dokter forensik dan juga Dokpol Biddokes Polda Sultra, jadi selama ini pekerjaan-pekerjaan terkait kasus-kasus kriminal yang berkaitan dengan forensik khususnya,” ungkap Kompol dr. Mauludin.
Sebagai satu-satunya dokter Forensik di Sultra, dr Mauludin yang akrab disapa Danjen (Daeng Jenaka) tersebut, sudah banyak menangani berbagai kasus di Seluruh wilayah Sultra bahkan Indonesia Timur, mulai dari kasus pembunuhan hingga pengungkapan kasus-kasus teroris.
“Jadi tugas pokok saya di Dokpol itu kan ada tiga, yang pertama itu Doksik atau kedokteran forensik, itu terkait kasus-kasus pembunuhan, aborsi, kemudian terkait pemerkosaan,” terangnya.
Kedua, sambung Mauludin, Disaster Victim Identivication (DVI) atau identifikasi korban bencana, kalau di Sultra ini kapal tenggelam seperti KM Marina Dua di Kolaka, tapi karena Dokter forensik yang Polri terbatas jadi sampai untuk operasi pesawat jatuh itu, kita juga dilibatkan dan kasus-kasus teroris kita juga dilibatkan, saya kebetulan masuk tim Forensik DVI regional Indonesia timur, jadi wilayah kerjanya Sulawesi, Maluku hingga Papua.
“Kemudian yang ketiga tugas berikutnya itu, namanya kesehatan lapangan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat, misalnya penanganan unjuk rasa, demonstrasi, kemudian pengamanan-pengamanan upacara, kemudian pengamanan makanan VVIP khususnya pejabat-pejabat itu kita laksanakan food security bersama Balai POM, kemudian penganan pengamanan Keslap lainnya itu kita terlibat,” jelasnya.
Sebagai informasi, Kompol dr. Mauludin M S.Sos MH. Sp.F, telah menekuni profesinya sebagai Dokter forensik sejak tahun 2011 lalu dan telah terhitung enam tahun hingga 2017.
Mauludin mulai masuk Polisi pada tahun 2004. Setelah bertugas selama satu tahun, kemudian diberi beasiswa sekolah forensik di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar selama lima tahun.
Sebelum bertugas di Kota Kendari, Kompol dr. Mauludin bertugas di Rumas Sakit (RS) Akpol Semarang pada 2004 hingga 2013, lalu menjadi Dokter Forensik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Makassar pada 2013 hingga 2015, kemudian pada 2015 menjadi Dokter Forensik Polda Sultra hingga saat ini.(c)






