1

Pemkot Kendari Dukung Perkembangan Start-up Digital

Diskominfo Kendari, UHO dan Diskominfo Sultra Bersinergi dalam Program Nasional 1000 Start-up Digital

Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Drs. Fadlil Suparman
1

Kendari, Radarsultra.co – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari mendukung program nasional 1000 Start-Up digital di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Hal itu dibuktikan dengan sinergi antara Diskominfo Kendari, Universitas Halu Oleo (UHO) dan Diskominfo Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang secara bersama-sama terlibat dalam sebuah acara roadshow di Kampus UHO pada Kamis, 20 Juli 2023 lalu.

1

Acara tersebut merupakan bagian dari program nasional 1000 start-up yang bertujuan untuk mengembangkan ekosistem start-up digital di wilayah Sulawesi Tenggara.

Kadis Kominfo Kota Kendari, Drs. Fadlil Suparman mengatakan, roadshow yang digelar di kampus UHO ini mendapatkan dukungan penuh dari Rektor dan segenap civitas akademika UHO.

“Beliau (Rektor UHO – red) hadir untuk membuka acara tersebut, yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Kendari, yang mewakili Bapak Wali Kota Kendari. Kebersamaan dalam acara ini menandakan komitmen bersama untuk mendukung pengembangan start-up digital yang sangat positif untuk Sulawesi Tenggara,” kata Fadlil Suparman saat ditemui di kantor Balai Kota Kendari, Jumat, (21/7/2023).

Menyambut era pelayanan dan perkembangan ekonomi yang semakin terdigitalisasi, kehadiran program nasional 1000 start-up ini memberikan harapan besar bagi kemajuan daerah.

Melalui kerjasama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Universitas Halu Oleo, dan Diskominfo Sultra, seta dukungan Diskominfo Kota Kendari, para pemuda dan mahasiswa di Sultra memiliki peluang emas untuk bergerak di bidang pengembangan informasi dan teknologi.

“Kita tidak bisa pungkiri, kedepan kita harus bisa mengikuti perkembangan baik dari sisi ekonomi ataupun kegiatan-kegiatan lainnya yang saat ini serba menggunakan teknologi digital, mau tidak mau kita harus bisa ikuti dan terapkan dan ini tentunya untuk kepentingan masyarakat,” ucap Kadis Kominfo Kota Kendari.

Selain Itu, Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Muhammad Zamrun Firihu menyatakan keyakinannya bahwa para mahasiswa adalah agen perubahan masa depan.

Dengan semangat inovasi dan minat di bidang teknologi informasi, mereka dapat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan mimpi pengembangan start-up digital di Sulawesi Tenggara.

Fadlil Suparman mengucapkan, melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa yang hampir menyelesaikan pendidikannya akan terinspirasi untuk berperan aktif dalam dunia start-up digital.

Universitas Halu Oleo menjadi pusat pencerahan, tempat di mana bakat-bakat muda diberdayakan untuk menghadapi tantangan industri teknologi yang terus berkembang.

Ia juga menyebutkan, kegiatan roadshow ini merupakan langkah strategis dalam mendorong partisipasi dari berbagai pihak untuk meramaikan ekosistem start-up digital di Sulawesi Tenggara.

Semangat kolaborasi dan sinergi antarlembaga pemerintah dan pendidikan menjadi kunci sukses dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi lahirnya berbagai inovasi teknologi.

Seiring dengan arus globalisasi dan revolusi industri 4.0, perubahan menjadi suatu keniscayaan. Dengan program 1000 Start –Up Digital, Sulawesi Tenggara dapat berjaya dan bersaing dengan wilayah lainnya di kancah digital.

Ketgam: Roadshow program nasional 1000 start-up

Menginspirasi Generasi Muda: Roadshow 1000 Start-up di Sulawesi Tenggara Diikuti Oleh Para Pengembang Start-up Digital Terkemuka”

Roadshow program nasional 1000 start-up di Sulawesi Tenggara, yang diadakan pada Kamis, 20 Juli 2023 di kampus Universitas Halu Oleo, menyatukan semangat dan inspirasi dari berbagai kalangan.

Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun Firihu dan perwakilan Diskominfo Sultra, dan Kominfo Kendari, namun juga melibatkan beberapa tokoh perintis dalam dunia start-up digital.

Para pengembang start-up digital terkemuka seperti Technos dan Grab, serta pengelola usaha berbasis teknologi digital lainnya, turut hadir untuk berbagi pengalaman dan wawasan mereka.

Kadis Kominfo Kendari, Drs, Fadlil Suparman mangatakan, beberapa pengembang atau pelaku usaha di bidang digital telah mampu membuktikan bahwa ide-ide sederhana, seperti pengelolaan sampah dan pemilahan sampah, dapat menjadi peluang bisnis yang berpotensi besar jika dijalankan dengan baik.

“Sebenarnya kadang-kadang idenya itu kecil-kecil saja, sederhana-sederhana saja kaya kemarin dari yang sudah mengembangkan di lima provinsi kalau tidak salah tentang pengelolaan sampah, pemilahan sampah, memang kelihatanya sederhana tetapi ketika ini bisa dilakukan karena itu potensi semua dan ini bisa dikembangkan,” kata Fadlil Suparman.

Perkembangan start-up digital di beberapa provinsi, termasuk Sulawesi Tenggara, menunjukkan bahwa potensi pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor sangat besar.

Ide-ide inovatif yang muncul dari berbagai pihak dapat memberikan solusi nyata untuk permasalahan di masyarakat.

Salah satu peran penting dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari adalah menjadi penghubung bagi para penggiat start-up digital dan organisasi lainnya.

Dalam acara 1000 Start-Up Digital, Rektor UHO menyinggung bagaimana Diskominfo dapat menggalang dan menginventarisir para penggiat start-up digital ini.

Hal ini dapat menjadi langkah awal untuk membantu para pengembang start-up digital dalam menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan potensi teknologi dan informasi.

Tak hanya itu, Diskominfo Kota Kendari juga diminta untuk memaksimalkan peran dalam pengembangan UMKM dan usaha sektor-sektor informal.

Penggunaan teknologi dan informasi dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis-bisnis tersebut, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Roadshow program nasional 1000 start-up di Sulawesi Tenggara telah menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pengembang start-up digital.

BACA JUGA :  Pemkot Kendari Serahkan Bantuan Tunai Kepada Nelayan yang Terdampak PPKM

Dengan sinergi yang kuat, Sulawesi Tenggara berpotensi menjadi lumbung inovasi teknologi yang menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi besar dan berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Roadshow 1000 Start-Up Digital memberikan inspirasi dan semangat bagi semua peserta untuk terus bergerak maju dalam pengembangan start-up digital.

Dengan dukungan dan kesatuan visi dari berbagai pihak, diharapkan bahwa Sulawesi Tenggara akan menjadi bagian dari cerita sukses dalam transformasi digital dan pemanfaatan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pemkot Kendari mendukung dan bahkan kemarin itu inshaAllah akan segera bisa menindaklanjuti itu, paling tidak penggiat-penggiat ataupun yang bergerak di bidang itu bisa kita inventarisir dulu,” ucap Fadlil.

Ketgam : UHO dan Diskominfo Sultra Bersinergi dalam Program Nasional 1000 Start-up Digital

Pemkot Kendari Bersama Penggiat Start-up Digital Menyongsong Era Inovasi Teknologi

Semangat inovasi teknologi terus menggelora di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemerintah Kota Kendari dengan tulus mendukung pengembangan start-up digital sebagai langkah maju menuju kemajuan ekonomi dan pelayanan yang lebih baik.

Acara roadshow program nasional 1000 start-up digital di kampus Universitas Halu Oleo beberapa waktu lalu menjadi momen penting untuk menginspirasi dan merangkul berbagai penggiat start-up dari beragam bidang.

Komitmen dari Pemkot Kendari untuk menindaklanjuti program tersebut sangat nyata. Salah satu langkah awal yang akan diambil adalah melakukan inventarisasi terhadap para penggiat dan pelaku start-up digital yang beroperasi di wilayah ini. Dengan demikian, potensi dan bidang yang mereka geluti dapat teridentifikasi dengan baik.

Kadis Kominfo Kota Kendari, Drs. Fadlil Suparman mengungkapkan, Start-up digital di Sulawesi Tenggara ternyata tidak terbatas pada satu sektor saja.

Melalui roadshow 1000 start-up digital, terungkap bahwa berbagai bidang seperti kepariwisataan, industri rumah tangga, kuliner, dan banyak lainnya telah dirambah oleh para penggiat start-up.

Potensi besar dari beragam sektor ini menunjukkan bahwa kendari memiliki keberagaman ide dan peluang bisnis yang menjanjikan.

Dukungan dari pemerintah, terutama dalam hal pemasaran dan pembinaan, dianggap sangat penting bagi kesuksesan start-up digital ini.

“Dan ini macam-macam bidang sebenarnya, ada yang bergerak di bidang kepariwisataan, ada yang bergerak di bidang industri rumahtangga, kuliner dan sebagainya. Dan ini potensinya besar, tinggal bagaimana dukungan pemerintah dari sisi baik itu pemasaran, dan lainnya,” ungkap Fadlil.

Oleh karena itu, Pemkot Kendari berkomitmen untuk memberikan dorongan dan fasilitas yang diperlukan agar para penggiat start-up dapat berkembang dan bersaing secara global.

Fadlil mengatakan, meskipun target pencapaian 1000 start-up di Sulawesi Tenggara masih dalam tahap peninjauan, optimisme menyelimuti bahwa target tersebut dapat terwujud.

Dengan adanya wadah dan organisasi yang mendukung, seperti yang telah ada di Sulawesi Tenggara, para penggiat start-up digital dapat berproses dan berkembang lebih efektif, terutama dengan bimbingan dari vendor yang berpengalaman.

“Untuk target start up baru di kota kendari memang kendalanya ini kan kita belum inventarisir, tetapi memang 1000 start up di Provinsi Sulawesi Tenggara ini diharapkan menumbuhkan start up digital,” kata Kadis Kominfo Kendari.

Menurut Fadlil, penggiat start-up digital di Sulawesi Tenggara khusnya di Kota Kendari terus berkembang dalam pengembangan ide dan aplikasi berbasis teknologi.

Dengan semangat kolaborasi antar pemerintah, perguruan tinggi, dan para pelaku industri, Kota Kendari berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat inovasi teknologi yang berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ketgam : Sinergi antara Diskominfo Kendari, Universitas Halu Oleo (UHO) dan Diskominfo Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang secara bersama-sama terlibat dalam sebuah acara Roadshow

Pemkot Kendari Menyongsong Era Digital: Teknologi Informasi Menjadi Target Utama Peningkatan Layanan Pemerintahan

Pemerintah Kota Kendari, terus berkomitmen untuk menjadikan teknologi informasi sebagai tonggak utama dalam meningkatkan kualitas layanan pemerintahan.

Dalam acara roadshow program nasional 1000 start-up di Universitas Halu Oleo, Pemerintah Kota Kendari menegaskan langkah maju menuju transformasi digital dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi di setiap aspek pelayanan masyarakat.

“Komitmen untuk menerapkan teknologi informasi di berbagai layanan pemerintahan telah menjadi agenda utama Pemkot Kendari,” kata Fadlil Suparman.

Meskipun butuh waktu dan menghadapi kendala tertentu, Pemkot Kendari berpegang teguh pada targetnya untuk secara bertahap memaksimalkan penggunaan teknologi informasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Penggunaan sistem pemerintahan berbasis elektronik menjadi target utama yang telah dijadikan acuan dalam sosialisasi kemarin (roadshow 1000 start-up digital –RED),” lanjutnya.

Dengan memanfaatkan teknologi informasi, diharapkan semua OPD Pemkot Kendari dapat meningkatkan efisiensi dalam pelayanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Perkembangan start-up digital di Sulawesi Tenggara sejalan dengan visi pemerintah Kota Kendari untuk mencapai transformasi digital yang lebih luas.

Dengan dukungan dari para penggiat start-up digital, Pemkot Kendari berharap dapat bertransformasi menjadi pemerintahan yang mampu menyediakan layanan modern dan efektif bagi warganya.

Kadis Kominfo Kendari, Drs. Fadlil Suparman menyatakan bahwa langkah ini bukan hanya sekadar impian, tetapi suatu keharusan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Dengan teknologi informasi sebagai andalan, Kota Kendari dapat menjadikan inovasi dan pelayanan berkualitas sebagai landasan dalam mewujudkan kota yang lebih maju dan berdaya saing,” uncapnya.

Dalam perjalanannya, Pemkot Kendari akan terus mengupayakan pembenahan infrastruktur teknologi dan penguatan sumber daya manusia agar pelaksanaan pelayanan berbasis teknologi dapat berjalan lancar dan optimal.

BACA JUGA :  Sulkarnain Panen Raya Demplot Ecofarming Padi Sawah Capai 9,6 Ton

Kolaborasi antara pemerintah dan para penggiat start-up digital akan menjadi kunci sukses dalam menghadapi tantangan dan mewujudkan visi Kota Kendari yang digital.

Dengan semangat yang menggelora, Kota Kendari berada dalam posisi yang strategis untuk menghadapi masa depan yang semakin digital.

Harapan besar terletak pada transformasi menuju pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dengan teknologi informasi sebagai pilar utamanya.

Mengatasi Tantangan Menuju Pelayanan Berbasis Digital: Kota Kendari Siapkan Strategi dan Tenaga Ahli Teknologi Informasi

Pemerintah Kota Kendari menghadapi tantangan dalam mengembangkan pelayanan berbasis digital.

Transformasi menuju era digital memang bukan hal yang mudah, namun Pemerintah Kota Kendari menyadari betapa pentingnya penerapan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kadis Kominfo Kota Kendari, Drs. Fadlil Suparman mengatakan, dalam upaya mewujudkan pelayanan berbasis digital, Pemkot Kendari menghadapi beberapa kendala yang menjadi fokus perhatian.

Salah satunya adalah infrastruktur teknologi yang masih memerlukan perbaikan. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola teknologi informasi menjadi hal yang krusial.

“Yang paling utama kendala kita disini pertama mungkin infrastruktur kita, kemudian kesiapan sumber daya pengelola teknologi informasi itu sendiri,” kata Fadlil.

Peningkatan infrastruktur menjadi hal krusial untuk mendukung implementasi teknologi informasi yang lebih luas dan efektif di berbagai layanan pemerintahan.

Pemkot Kendari menyadari pentingnya memiliki tenaga ahli di bidang teknologi informasi, khususnya dalam hal jaringan dan keamanan.

Pada tahun 2024, rencana direkrutnya tenaga ahli terkait teknologi informasi akan menjadi langkah maju untuk memastikan penerapan teknologi berjalan dengan lancar dan aman.

Tidak hanya masalah Infrastruktur internal dan SDM, tantangan lain yang dihadapi adalah adanya “blank spot” di beberapa titik tertentu di Kota Kendari.

Masalah ini menyulitkan penerapan teknologi informasi dalam hal pelayanan, terutama ketika ada kebutuhan untuk berhubungan secara digital.

Meski demikian, Pemkot Kendari optimis bahwa dengan perbaikan infrastruktur dan peningkatan teknologi, kendala tersebut dapat diatasi secara bertahap.

Di tengah tantangan tersebut, Pemkot Kendari memprioritaskan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dalam kompleks kantor wali kota yang baru, langkah-langkah telah diambil untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas guna mendukung transformasi digital.

SPBE diharapkan menjadi landasan untuk pelayanan yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.

Dalam menghadapi masa depan yang semakin digital, Pemkot Kendari berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengatasi kendala yang dihadapi.

Dukungan dari para penggiat start-up digital dan tenaga ahli teknologi informasi akan menjadi kunci kesuksesan dalam mewujudkan visi Kota Kendari yang canggih dan modern.

Semangat perubahan dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi pendorong utama untuk mencapai Kota Kendari yang lebih baik, dengan teknologi informasi sebagai pilar utama untuk kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat.

Ketgam: Kadis Kominfo Kota Kendari, Drs. Fadlil Suparman dalam acara Roadshow yang digelar di kampus UHO

Mewujudkan Kota Kendari yang Canggih: Diskominfo Optimis Angka Indeks SPBE Capai Target Tertinggi

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), bersemangat dan optimis dalam mewujudkan Kota Kendari yang canggih dan modern.

Dengan semangat untuk terus berinovasi, Diskominfo memiliki target ambisius untuk meningkatkan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi 3,2 pada tahun ini.

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) diharapkan dapat menghadirkan efisiensi dan efektivitas dalam proses kerja pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Untuk itu, Diskominfo Kota Kendari memandang SPBE sebagai indikator utama kinerjanya dalam mengimplementasikan Rencana Pembangunan Daerah 2023-2026.

Kepala Diskominfo Kota Kendari, Fadlil Suparman, menyampaikan bahwa pada tahun 2022, indeks SPBE mencapai 2,02.

Namun, tahun ini Pemkot Kendari menargetkan capaian indeks SPBE mencapai 2,7 bahkan 3,2, sesuai dengan harapan Bapak Wali Kota.

Hal ini menunjukkan tekad penuh Pemkot Kendari untuk terus mengoptimalkan teknologi informasi dalam pelayanan publik.

Sejak saat itu, Diskominfo Kota Kendari telah melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalisasikan penerapan SPBE di Kota Lulo.

Sebuah tim koordinasi SPBE telah dibentuk dengan Sekda Kota Kendari sebagai ketua, Wakil Ketua Inspektorat, dan Diskominfo sebagai Sekretaris.

Tim ini berperan penting dalam membahas dan merancang upaya-upaya Pemkot Kendari dalam mewujudkan SPBE di kota ini.

Dalam upayanya, ada 47 indikator yang menjadi fokus, mulai dari kebijakan hingga sistem evaluasi dan penerapan SPBE.

Penerapan SPBE ini merupakan respons dari perkembangan teknologi yang semakin maju. Dalam prosesnya, sistem pemerintahan secara manual secara bertahap akan digantikan oleh SPBE yang didalamnya terdapat berbagai aplikasi, termasuk layanan publik.

Fadlil Suparman menyebutkan bahwa SPBE ini pada dasarnya adalah bagian dari konsep “smart city”, di mana teknologi informasi digunakan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Penerapan SPBE yang berhasil akan menjadi landasan bagi transformasi Kota Kendari menjadi kota yang canggih dan modern.

Dengan semangat dan inovasi yang terus berkobar, Diskominfo Kota Kendari optimis bahwa pencapaian angka indeks SPBE yang lebih tinggi akan menjadi kenyataan pada akhir tahun ini.

Kota Kendari siap menjadi contoh model kota maju yang mengoptimalkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. (ADV)

1
1