Kendari, Radarsultra.co – Menteri Pertanian Republik Indonesia, , mengisi kuliah umum di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sabtu (7/6/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa dan dosen tersebut mengangkat tema “Dari Kampus untuk Negeri: Penguatan Nilai Kebangsaan, Inovasi Pertanian, dan Kemandirian Pangan Nasional.”
Dalam pemaparannya, Mentan Amran menekankan pentingnya membangun pola pikir yang berorientasi pada tindakan nyata, kerja keras, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius dan rajin berdoa. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak cukup hanya dengan doa, melainkan harus disertai ikhtiar dan tindakan nyata.

“Kalau mau berhasil, harus ada gagasan besar, mimpi besar, doa besar, kemudian take action, bertindak. Tetapi yang paling sulit adalah bertahan, persisten dalam tekanan,” ujar Amran di hadapan peserta kuliah umum, Sabtu (7/6/2026).
Ia juga mengajak mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman dan membangun karakter yang tangguh. Menurutnya, tekanan dan kesulitan yang dihadapi seseorang justru dapat menjadi guru terbaik dalam proses menuju kesuksesan.
“Kalau Anda mendapatkan tekanan, itulah guru terbaik. Mengalahkan guru yang ada di kampus. Dalam bentuk belajar, bekerja, bahkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran turut membagikan perjalanan hidupnya hingga dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertanian. Ia mengisahkan pengalaman bekerja di daerah terpencil dan menghadapi berbagai keterbatasan sebagai bagian dari proses yang membentuk karakter serta kepemimpinannya.

Selain memberikan motivasi, Mentan Amran juga membuka peluang kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya ide dan inovasi untuk mendukung pembangunan nasional.
“Kampus adalah sumber inspirasi terbaik. Ide terbaik ada di kampus. Kalau negara mau maju, kampus harus diperkuat,” tegasnya.
Menurut Amran, pengembangan sektor pertanian membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari konsep triple helix yang diyakini mampu mempercepat lahirnya inovasi dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Kunjungan ke UHO juga menjadi bagian dari agenda Kementerian Pertanian dalam meninjau program bantuan kakao di Sulawesi Tenggara. Ia mengungkapkan pemerintah telah menyalurkan sekitar 38 juta batang bibit kakao untuk mendukung peningkatan produksi perkebunan masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.
Amran menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus mendorong program swasembada pangan di berbagai daerah, termasuk Papua, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain menyampaikan kuliah umum, Mentan Amran juga menunjukkan kepeduliannya kepada mahasiswa. Pada kesempatan itu, ia menyalurkan bantuan kepada mahasiswa UHO asal Provinsi Papua Pegunungan untuk membantu pengobatan kedua orang tuanya yang mengalami kelumpuhan.
“Jadi ini ibunya lagi sakit, kita beri bantuan,” ujar Amran.
“Ijinkan aku bantu, kami ini keliling membantu seadanya,” lanjutnya.
Kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dengan Menteri Pertanian.***






