Konawe Selatan, Radarsultra.co – Menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Rabu, 26 Maret 2025.
Rakor yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Konawe Selatan ini bertujuan memastikan kelancaran perayaan Idul Fitri serta membahas program strategis daerah.

Hadir dalam rakor tersebut Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran, Sekretaris Daerah ST Chadidjah, Ketua DPRD Hamrin, Dandim 1417 Kendari, Danlanud Haluoleo, Danlanal Kendari, Kepala Kejaksaan, Kapolres Konawe Selatan AKBP Febry Sam, Ketua Pengadilan Negeri Andoolo, Ketua Pengadilan Agama Andoolo, serta pejabat OPD dan camat se-Konawe Selatan.
Bupati Irham Kalenggo dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab dan Forkopimda sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
“Rapat koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh persiapan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional berjalan dengan baik. Sinergitas yang kuat antara pemerintah daerah dan Forkopimda sangat krusial dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat,” ujar Irham Kalenggo, Rabu, (26/3/2025).
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Konawe Selatan, Hamrin, turut memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab dalam menggelar rakor ini.
“Kami mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh Pemkab Konsel. Dengan wilayah yang luas, sinergi antara semua pihak sangat dibutuhkan agar pengamanan jelang Lebaran berjalan sukses,” kata Hamrin.
Sementara itu, Kapolres Konawe Selatan, AKBP Febry Sam, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengamanan Idul Fitri dengan mendirikan posko-posko mudik di tiga titik utama, yakni Pelabuhan Amolengo, Torobulu, dan Bundaran Punggaluku.
“Melalui Rakor ini, kami menyamakan persepsi dan menyusun strategi pengamanan yang terpadu dengan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan demi keamanan bersama,” jelasnya.
Antisipasi Kemacetan dan Gesekan di Pelabuhan

Wakil Bupati Konawe Selatan, Wahyu Ade Pratama Imran, turut menyoroti pentingnya pengamanan di sejumlah titik krusial yang menjadi jalur mudik, terutama di pelabuhan.
“Tentunya ini menjadi tugas penting bagi kita, pemerintah dan Forkopimda di Konawe Selatan, karena saudara-saudara kita akan melintasi wilayah ini untuk mudik. Kita harus memastikan keamanan, terutama di pelabuhan-pelabuhan, karena biasanya di sana terjadi gesekan akibat kepadatan penumpang,” ungkap Wahyu Ade Pratama.
Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya potensi konflik akibat ketidaksabaran penumpang saat menunggu kapal.
“Biasanya di pelabuhan rawan terjadi gejolak karena kepadatan dan antrean panjang. Ini yang harus kita antisipasi bersama dengan kehadiran posko-posko pengamanan,” tambahnya.
Selain itu, ia menyinggung ancaman dari oknum yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) untuk melakukan tindakan intimidasi.
“Di Konawe Selatan, ada beberapa oknum yang mengatasnamakan ormas untuk mengancam dan mendapatkan sesuatu dengan cara tidak benar. Saya meminta agar jika ada kejadian seperti ini, segera laporkan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Kenaikan Harga dan Rencana Perubahan Jadwal Pasar Ranomeeto
Dalam rakor tersebut, Pemkab Konawe Selatan juga menyoroti lonjakan harga kebutuhan pokok yang ditemukan saat operasi pasar di Ranomeeto.
“Saat kami turun ke pasar Ranomeeto, banyak masyarakat yang menyampaikan adanya kenaikan harga barang. Beberapa komoditas naik cukup signifikan, meski ada juga yang hanya mengalami kenaikan Rp1.000 hingga Rp2.000,” ungkap Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran.
Ia juga menyampaikan usulan dari para pedagang agar pasar Ranomeeto bisa dibuka setiap hari, bukan hanya pada hari-hari tertentu seperti saat ini.
“Banyak pedagang yang meminta agar pasar Ranomeeto dapat beroperasi setiap hari. Sebagian besar hasil pertanian dari Konawe Selatan saat ini lebih banyak dibawa ke Baruga karena Pasar Ranomeeto tidak buka setiap hari. Jika kita ingin mendukung perekonomian lokal, kita perlu mempertimbangkan revisi Peraturan Bupati (Perbup) agar pasar ini bisa berjalan setiap hari,” jelasnya.
Pembahasan Program Strategis Daerah

Selain membahas persiapan Idul Fitri dan keamanan wilayah, rakor ini juga menyoroti program strategis daerah yang sejalan dengan program nasional, seperti memperkokoh ideologi Pancasila, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan hilirisasi industri.
Bupati Irham Kalenggo memaparkan program unggulan Konawe Selatan, yakni Konsel Setara, yang bertujuan mewujudkan masyarakat sehat, cerdas, dan sejahtera.
Beberapa program prioritas yang akan dijalankan dalam 100 hari kerja mencakup pemberian Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis, bantuan baju sekolah gratis, BPJS gratis, serta penyediaan pupuk bersubsidi.
“Sampai saat ini, kami masih dalam tahap penyiapan anggaran dan pembentukan tim untuk bekerja sama dengan universitas terkait UKT gratis. Verifikasi pemberian baju sekolah gratis juga sedang berjalan. Untuk BPJS gratis, alhamdulillah sedikit lagi sudah bisa dilaksanakan karena datanya sudah ada. Kami berharap, bertepatan dengan 2 Mei, ulang tahun Konawe Selatan, program ini sudah bisa diluncurkan,” jelasnya.
Terkait pupuk bersubsidi, Bupati menegaskan bahwa sekitar 20 persen kelompok tani di Konawe Selatan belum terdaftar secara online.
“Kami sudah mendapatkan alokasi 25 ribu ton pupuk subsidi. Saya instruksikan kepada para camat dan kepala desa untuk segera mendata kelompok tani yang belum terdaftar agar mereka bisa mengakses pupuk subsidi,” tegasnya.
Efisiensi Anggaran dan Penyelesaian Sengketa Lahan
Dalam rakor ini, Bupati juga menyinggung isu sengketa lahan antara perusahaan dan masyarakat, seperti di Landono antara PT Merbau dan Marketindo di Angata.
“Saya sudah menghubungi pimpinan PT Merbau dan meminta agar mereka menghentikan aktivitasnya selama bulan suci Ramadan. Kami juga telah mengadakan pertemuan dengan Ombudsman Sulawesi Tenggara, kepolisian, Kodim, dan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.
Selain itu, Bupati menegaskan bahwa perayaan ulang tahun Konawe Selatan tahun ini akan lebih sederhana sebagai bentuk efisiensi anggaran.
“Kami mengikuti arahan dari pemerintah pusat bahwa kegiatan seremonial sebaiknya ditiadakan, tetapi upacara tetap akan dilaksanakan,” tutupnya.**






