Kendari, Radarsultra.co — Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Padamu Negeri berkumandang khidmat mengawali rangkaian Opening Ceremony UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang memukau para delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik yang hadir dalam forum internasional tersebut.
Pembukaan UCLG ASPAC 2026 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama antar pemerintah daerah di kawasan Asia Pasifik.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan momentum strategis untuk mempererat solidaritas dalam menghadapi tantangan global.
“Pertemuan ini adalah momentum yang sangat krusial untuk mempererat solidaritas nasional dalam menghadapi tantangan global dan saya juga mewakili pemerintah pusat menyambut hangat kehadiran Bapak Ibu sekalian di bumi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Ia juga menekankan besarnya potensi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
“Indonesia ini negara yang sangat besar. Berbicara tentang Indonesia adalah berbicara tentang sebuah kepulauan maritim yang sangat luar biasa massif dengan 17.380 pulau,” katanya.
Menurutnya, bentangan wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke mencapai 5.247 kilometer, bahkan lebih jauh dibanding jarak London menuju Istanbul, Turki. Selain kekuatan daratan, Indonesia juga memiliki kedaulatan laut yang luas dengan struktur pemerintahan yang mencakup 38 provinsi dan lebih dari 75 ribu desa.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga terhadap penampilan budaya Indonesia yang ditampilkan pada malam pembukaan.
“Hari ini kita baru saja menemukan betapa kayanya budaya Indonesia. Tarian dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang ditampilkan tadi hanya mewakili sebagian kecil dari kekayaan budaya bangsa ini,” ungkap Hugua.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan keragaman budaya yang luar biasa.
“Bayangkan betapa kayanya budaya Indonesia. Saya sangat bangga karena malam ini dunia dapat menyaksikan keberagaman tersebut,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Hugua juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi internasional di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari sebagai tuan rumah pelaksanaan UCLG ASPAC 2026.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan seluruh delegasi di Kota Kendari. Kami berharap forum ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi kerja sama antar daerah di kawasan Asia Pasifik,” katanya.
Ia turut memaparkan gambaran umum Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki populasi sekitar 2,75 juta jiwa, terdiri dari 17 kabupaten/kota, 219 kecamatan, dan 2.286 desa, dengan wilayah 74 persen lautan dan 26 persen daratan.
Sementara itu, Mayor Konya, Turki, Ugur Ibrahim Altay, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat masyarakat Indonesia selama mengikuti kegiatan di Kendari.
“Perjalanan ke sini cukup panjang, namun keramah-tamahan dan ketulusan yang saya lihat membuat saya melupakan kelelahan perjalanan ini,” ujarnya.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kendari atas penyelenggaraan forum internasional tersebut.
“Saya menyampaikan salam dari Konya, tanah damai dan persaudaraan di Anatolia. Hari ini saya sangat senang berada bersama Anda dalam Rapat Dewan Pengurus UCLG-ASPAC dan Forum Asia Pasifik yang diselenggarakan di Kota Kendari,” katanya.
Menurut Altay, pertemuan ini memiliki arti penting dalam membangun konsultasi regional dan mendorong solusi bersama terhadap berbagai persoalan global yang dihadapi kota-kota di dunia.
Opening Ceremony UCLG ASPAC 2026 berlangsung meriah dengan perpaduan nuansa budaya, diplomasi, dan semangat kolaborasi antar daerah di kawasan Asia Pasifik.***






