Kendari, Radarsultra.co – Lazis Muadz menyalurkan sebanyak 1.500 porsi makanan siap santap bagi warga terdampak banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, melalui dapur umum yang dikelola bersama relawan sejak Ahad (10/05/26) hingga Rabu malam (13/05/26).
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (09/05/26) hingga Ahad dini hari. Curah hujan yang terus meningkat menyebabkan sejumlah sungai meluap dan sistem drainase tidak mampu menampung debit air sehingga permukiman warga terendam di berbagai titik.
Sejak Sabtu malam, warga di kawasan terdampak mulai mengevakuasi anggota keluarga dan barang-barang yang masih dapat diselamatkan. Sejumlah warga bahkan terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena ketinggian air terus meningkat hingga merendam rumah mereka.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari pada Selasa (12/05/26), banjir berdampak pada 5.445 jiwa dan merendam sedikitnya 1.339 unit rumah yang tersebar di 16 kelurahan. Memasuki Selasa siang, sebagian besar wilayah terdampak dilaporkan mulai surut dan warga perlahan kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur serta material banjir.
Ketua Lazis Muadz, Anwar, mengatakan pihaknya bergerak cepat sejak hari pertama bencana dengan mendirikan dapur umum guna membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.
“Sejak Ahad hingga Rabu malam, kami telah menyalurkan sekitar 1.500 paket makanan siap santap di beberapa titik pengungsian dan kawasan warga terdampak banjir. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang saat itu kesulitan memasak dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh makanan yang dibagikan diproduksi langsung melalui dapur umum Lazis Muadz dengan melibatkan relawan dan dukungan para donatur. Para relawan bekerja secara bergantian sejak pagi hingga malam agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Menurut Anwar, layanan dapur umum kini mulai dihentikan seiring kondisi banjir yang berangsur membaik dan masyarakat sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Karena masyarakat sudah mulai kembali ke rumah dan sebagian sudah dapat memasak sendiri, maka dapur umum kami hentikan. Program selanjutnya adalah penyaluran paket sembako bagi masyarakat dhuafa terdampak banjir berupa beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya agar warga dapat kembali memenuhi kebutuhan dapur keluarga mereka,” katanya.
Selain menyalurkan makanan siap santap, relawan Lazis Muadz juga melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik terdampak guna memastikan kondisi warga dan kebutuhan mendesak pascabanjir.
Pihak Lazis Muadz turut mengajak masyarakat untuk membantu para korban banjir, khususnya keluarga dhuafa yang mengalami kerusakan rumah, kehilangan bahan pangan, maupun peralatan rumah tangga akibat terendam air.
Banjir yang melanda Kota Kendari kali ini menjadi salah satu bencana dengan dampak cukup luas dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga kemanusiaan dan relawan masih terus melakukan upaya penanganan serta pemulihan bagi masyarakat terdampak.






