1

Novar Aditya Praja Kerahkan 250 Saksi Internal dk Poasia dan Abeli

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Kendari, Novar Aditya Praja nomor urut 3 dari Partai Golkar, Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Poasia dan Kecamatan Abeli, telah menyiapkan sebanyak 250 orang saksi internal, dimana nantinya saksi-saksi tersebut akan tersebar di 181 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Nobar mengatakan, ratusan saksi tersebut akan bertugas di 17 kelurahan, meliputi Kelurahan Anduonohu, Rahandouna, Anggoeya, Matabubu, Puday, Lapulu, Poasia, Talia, Petoaha dan Bungkutoko. Kemudian Kelurahan Abeli, Benuanirae, Tobimeita, Anggalomelai, Nambo, Sambuli dan Tondonggeu.

1

“Saksi ini bertugas membantu penyelenggaran Pemilu dan aparat keamanan, untuk mengawasi proses pemungutan dan perhitungan suara di TPS, agar berjalan lancar. Saksi yang bertugas ini berada di luar TPS untuk memantau, ” kata Novar Aditya Praja, satu-satunya Caleg yang sudah ikut pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jumat, (12/04/19).

BACA JUGA :  Kanim Kendari Optimalkan Pengawasan WNA di Konsel

Nobar juga menjelaskan, Dari 250 orang saksi yang akan turun di masing-masing TPS  akan diawasi oleh 1 sampai 2 orang saksi.

“Ada TPS diawasi satu orang saksi internal, ada juga dua orang saksi. Nah saksi ini nantinya akan membantu Partai Golkar yang akan bertugas secara resmi di TPS, ” jelasnya.

BACA JUGA :  Perdana Diluncurkan di Kendari, 50 Persen dari Stok Keeway V250Fi Sudah SPK

Untuk para saksi ini nantinya berperan aktif membantu warga pemilih, penyelenggara Pemilu dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan di TPS. Mengingat pesta demokrasi yang berlangsung dalam lima tahun sekali, harus berjalan sukses, aman dan adil.

“Termasuk menjaga kemungkinan adanya pemilih siluman yang mencoblos, padahal tidak punya hak memilih di TPS tersebut. Kemudian untuk mencegah jangan sampai ada oknum tertentu yang mau berbuat curang secara sistematis dan masif. Dengan adanya saksi yang memantau, tentu ini dapat mencegah hal-hal yang tak diinginkan, ” ujar Novar.

1
1