Kendari, Radarsultra.co.id – Berdasarkan data yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra), luas panen padi sawah hingga Agustus 2018 mencapai 74,82 ribu hektar. Jika dibandingkan luas panen hingga April 2018, terjadi kenaikan dua kali lipat dari 37,07 hektar.
Untuk kontribusi daerah, Kabupaten Konawe menjadi daerah dengan luas panen terbesar sekitar 24,57 ribu hektar, kemudian Konawe Selatan (Konsel) 16,64 ribu hektar, Kolaka Timur (Koltim) 11,78 ribu hektar, Bombana 9.300 hektar dan sisanya kabupaten lain yang angkanya dibawah 5 ribu hektar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Provinsi Sultra Suryati Raeba mengatakan, luas panen padi sawah diprediksi akan meningkat pada akhir tahun 2018. Meski begitu, dirinya tidak memastikan angka pastinya.
“Belum bisa saya pastikan berapa, tapi kami yakin luasnya meningkat. Kita optimis lah masa mau pesimis,” kata Suryati Raeba saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/11/2018).
Sementara itu, dari data BPS Sultra dijelaskan total produksi padi sawah pada Januari-April 2018 sebanyak 168,076 ton dengan provitas 45 kuital per hektar. Sedangkan realisasi total produkasi padi sawah Mei hingga Agustus 2018 sebanyak 281,783 ton dengan provitas 38 kuintal per hektar.
“Provitasnya menurun, ini menandakan jika tingkat kinerja dan semangat petani kita untuk menanam dalam satu hektarnya terjadi penurunan. Meski begitu produksi kita tetap meningkat,” pungkasnya.
Laporan: Robiah Adawiah






