Kendari, Radarsultra.co.id – Masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) kini dapat menikmati indahnya alam Sultra dengan beragam flora dan fauna khas Sultra yang tidak dimiliki oleh daerah lain di dalam suatu lingkungan yang dinamakan Kebun Raya Kendari.

Kebun Raya Kendari adalah kawasan konservasi tumbuhan yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi yang ditata berdasarkan klasifikasi, bioregn, tematik atau berdasarkan pola-pola klasifikasi lainnya untuk tujuan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan lingkungan.
Kepala UPTD Kebun Raya Kendari, La Ode Yama mengatakan, pembangunan kebun raya tersebut atas dasar kerja sama dari beberapa instansi terkait baik instansi pusat maupun daerah.
“di instansi pusat dari kementrian Pekerjaan Umum (PU), LIPI, sedangkan untuk daerah adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari,” kata La Ode Yama, Senin, (10/9/18).
Lanjut Yama memaparkan, Kebun Raya Kendari memiliki wilayah yang cukup luas yaitu 96 hektar yang terletak di kawasan hutan Nanga-nanga Papalia, Kendari.
“permohinan kami di pemerintah pusat pada saat itu seluas 118 hektar kawasan hutan lindung dan kawasan hutan produksi, tapi yang disetujui oleh mentri kehutanan yang ditandatangani oleh ibu Siti Nurbaya pada tanggal 3 Maret 2016 itu seluas 96 hektar. Jadi 18 hektar hutan lindung dan 78 hektar hutan produksi,” paparnya.
Sampai saat ini, pihak Pemkot Kendari masih terus melakukan kerja sama dengan dinas PU untuk pengerjaan fisik kebun raya tersebut dan kerja sama tersebut sudah berjalan selama 3 (Tiga) tahun sejak 2016 hingga 2018.
“kerja sama kita sudah berjalan 3 (Tiga) tahun dan kedepannya tahun 2019 itu adalah launching kita dengan berakhirnya roadmap pertama dan akan dilanjutkan dengan roadmap kedua hingga 2024 ,” tukasnya.
Meskipun masih dalam proses pembangunan dan belum launching, Kebun Raya Kendari telah banyak dikunjungi oleh masyarakat baik itu dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum.
Dalam seminggu, pengunjung Kebun Raya Kendari tercatat mencapai jumlah 2000 pengunjung.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Hotel Republik Indonrsia (PHRI) Sultra, Ir. Hugua mengatakan jumlah pengunjung yang sedemikian banyaknya adalah hal yang wajar mengingat kebutuhan masyarakat akan tempat wisata berbasis alam bebas sangatlah penting untuk kebutuhan pendidikan dan penelitian.
“Walaupun belum launching, kebun raya ini sudah layak dikunjungi karena kebun raya ini lebih kepada bagai mana masyarakat bisa melihat dan mengamati flora dan fauna yang ada di dalamnya,” ujar Hugua.
Disamping itu, Mantan Bupati Wakatobi tersebut juga mengatakan peran Pemkot Kendari sangat penting untuk bisa mempromosikan potensi alam Kendari yang dapat bermanfaat untuk dunia internasional.
“Menurut saya sebagai ketua PHRI, promosi sangatlah penting karena lama tinggal wisatawan di Kota Kendari sangat tergantung kepada variasi apa yang ditawarkan disini,” ungkapnya.
“Saran saya dan hasil prngamatan saya, untuk merubah jumlah tinggal atau masa tinggal wisatawan di Kota Kendari ini adalah salah satunya kebun raya ini dimaksimalkan agar para wisatawan bisa menemukan satwa lokal disini,” lanjutnya.






