Kendari, Radarsultra.co.id- Menjelang International Workers’ Day atau Hari Buruh Internasional, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Prov. Sultra yang merupakan sisi pemerintah menginginkan serta mengupayakan dalam peringatan di May Day 2017 tersebut bisa lebih menyentuh dari pada kepentingan pekerja atau pun buruh.
Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Prov. Sultra Drs. M. Amir Taslim mengatakan dalam hal ini kepentingan yang dimaksud adalah tuntutan-tuntutan para pekerja dan buruh terkait tentang upah, jaminan sosial, dan pemutusan hubungan kerja.
Pemerintah sendiri menginginkan agar kembali mendorong kegiatan di May day ini lebih diarahkan pada kegiatan yang positif.
“Kami telah menggagas salah satu diantaranya yaitu dengan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) itu adalah dialog interaktif yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 4 mei 2017 di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra,” ungkapnya saat di wawancarai dalam rapat Koordinasi terkait Peringatan Hari Buruh Internasional di Alula Disnaker, Jumat (28/4/2017).
Selain itu, Disnaker juga mempunyai kegiatan-kegiatan yang telah digagas oleh PT. Antam Pomaala dalam bentuk bakti social yaitu penanaman pohon. Dan keduanya merupakan kegiatan yang sifatnya positif.
Sementara itu, Kepala unit hukum komunikasi publik dan kepatuhan BPJS Kesehatan Kendari Imran mengatakan, terkait dengan hal tersebut dalam memperingati May day ini, secara nasional muncul isu tuntutan bahwa banyak kantor ataupun perusahaan yang banyak belum mendaftarkan tenaga kerjanya utnuk jaminan sosial. Sebagai tanggungjawab dari pada perlindungan jaminan sosial terhadap tanaga kerja.
“Di Sultra masih ada pemberi kerja yang belum seluruhnya mendaftarkan pekerjanya untuk menjadi peserta JKN KIS, dan ketika tidak dilakukan, maka hal tersebut akan membuat kesulitan terhadap tenaga kerja dalam hal kesehatan,” katanya.
Adapun harapan dari pemerintah sendiri terkait peringatan di May day ini adalah untuk mendorong pekerja atau buruh pada hal-hal yang positif. (B)






