Kendari, Radarsultra.co.id- Fakultas Farmasi, Universitas Haluoleo (UHO) Sultra akan mendirikan program studi (Prodi) Profesi Apoteker. Untuk itu, Farmasi melakukan penyusunan kurikulum yang sesuai dengan Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT).
Dekan Fakultas Farmasi UHO, Prof Sahidin, mengatakan untuk menyusun kurikulum yang berkualitas, tentunya kami harus mendengarkan saran-saran dari berbagai kalangan yang telah terbukti dan berpengalaman.
“Kami mengadakan Workshop Kurikulum Prodi Profesi Apoteker selama dua hari dengan menghadirkan berbagai pemateri mulai dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PPIAI), Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), ITB, UNPAD, LAFIAD, Dinkes Kota Kendari, Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PDIAI), Branc Manager Apotik Kimia Farma dan PBF Kimia Farma Kendari disalah satu hotel Kota Kendari,” ungkap Dekan Fakultas Farmasi UHO Prof Sahidin, Senin (8/5/2017).
Ia mengatakan tujuan penyelenggaraan workshop yakni untuk menghasilkan kurikulum prodi profesi apoteker yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.
“Penyusunan kurikulum Prodi Profesi Apoteker FF UHO mengacu pada Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) 2015 dan memperhatikan PP RI No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” katanya.
Sementara itu, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Dra. Endang Wahyuningsih MS Apt, menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum di UHO mengikuti trend perubahan kerena profesi apoteker saat ini sedang dalam proses perubahan, diantaranya ada tantangan Uji Kompetensi Nasional.
“Kurikulum dan proses pembelajaran harus mengarah pada arah yang baru dari perkembangan yang ada di apoteker. Kemudian setelah adanya workshop untuk penyusunan kurikulim, maka selanjutnya yaitu eksekusinya, dan dalam hal itu bukan hanya sarana prasara fisik, namun SDM yang berkualitas,” tutupnya.(C)






