Wawonii, Radarsultra.co – Masyarakat di Roko-Roko Raya, Wawonii Tenggara, dapat bernapas lega karena PT Gema Kreasi Perdana (GKP), perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah tersebut, telah berhasil menangani masalah air bersih.
Beberapa waktu belakangan ini, muncul laporan mengenai keruhnya air bersih di daerah tersebut, yang membuat warga khawatir akan kualitas air yang mereka konsumsi.
Namun, menurut hasil pantauan terbaru, diketahui bahwa keruhnya air bersih ini lebih disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan bukan disebabkan oleh aktivitas perusahaan.
Environmental Supervisor PT GKP, Rivaldi Mekel, mengungkapkan, lapisan tanah permukaan yang terbawa oleh limpahan air hujan menjadi penyebab utama keruhnya air di sumber mata air.
“Hasil pantauan kami terhadap Total Suspended Solid (TSS) di sumber mata air sebesar 18 miligram per liter. Maka dari itu, kualitas sumber mata air ini masih sesuai dengan ambang batas aturan yang berlaku,” ungkap Rivaldi, Rabu, 31 Mei 2023.
Tidak hanya itu, Rivaldi mengatakan, musim hujan yang tengah berlangsung juga berkontribusi terhadap masalah ini.
Curah hujan yang tinggi membawa lapisan tanah permukaan dan mengakibatkan beberapa sungai di daerah tersebut menjadi keruh.
Akibatnya, air keruh tersebut mencapai mata air yang biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih.
Menanggapi hal tersebut, PT GKP tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah penanganan masalah ini.
PT GKP melakukan pemulihan sumber air, pembersihan bak penampungan air warga, serta menggali sumur bor sebagai sumber mata air alternatif.
Hasilnya, dua sumur bor di Desa Sukarela Jaya dan Dompo-Dompo Jaya telah selesai dan berhasil memproduksi sumber air bersih.
Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Imam Desa Sukarela Jaya, Subandri, menyampaikan terima kasih atas upaya PT GKP dalam mengatasi masalah air bersih di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan perusahaan, dalam mengatasi masalah air bersih yang dialami warga. Termasuk juga membuat sumur bor, sehingga kami warga sudah memiliki beberapa alternatif sumber air bersih,” ucap Subandri.
Selain itu, PT GKP juga turut membantu pendistribusian air bersih melalui truk air ke rumah-rumah warga di dua desa tersebut.
Meskipun sumber mata air sudah kembali digunakan, distribusi air melalui truk air tetap dilakukan guna memastikan pasokan air bersih yang mencukupi bagi masyarakat.
Tindakan yang diambil oleh PT GKP juga mendapatkan apresiasi dari pihak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), baik dari Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Kabupaten Konawe Kepulauan.
Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Provinsi Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding, mengungkapkan apresiasinya terhadap PT GKP.
“PT GKP telah sigap dan cepat dalam melakukan penanganan masalah air bersih, sehingga masyarakat bisa terus mendapatkan air bersih,” ungkap Sukanto.
PT GKP juga telah mengambil langkah proaktif dengan mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa baku mutu air, baik di mata air, sungai, maupun laut, masih berada di bawah ambang batas aturan yang berlaku.
Superintendent CSR PT GKP, Aldo Sastra, menjelaskan, pengambilan sample air keruh ini bertujuan untuk membuktikan bahwa penyebab keruhnya air di daerah tersebut bukan karena aktivitas perusahaan.
“Pengambilan sample dari air keruh ini kami lakukan, jangan sampai perusahaan dianggap sebagai penyebab utama keruhnya sumber air. Apalagi, selama ini, hubungan perusahaan dan masyarakat terjalin sangat baik,” jelas Aldo.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh PT GKP, kini masyarakat Roko-Roko Raya dapat kembali menikmati air bersih seperti sebelumnya.
Sumber mata air sudah kembali jernih, dan tersedia juga sumber air alternatif sebagai langkah antisipatif jika terjadi kekeruhan pada sumber mata air utama.
PT GKP terus berkomitmen untuk menjaga kualitas air bersih dan menjalankan praktik pertambangan yang baik untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.*






