Kendari, Radarsultra.co.id – Faktor cuaca buruk menyebabkan tahun 2017 terjadi penurunan produksi. Musim tanam beralih ke tahun berikutnya yakni tahun 2018.
“Karena faktor cuaca menyebabkan produksi menurun. Karena benih kalau musim hujan tinggi, banyak yang tidak bisa diamankan. Akhirnya musim tanam keduanya bergeser waktu tanamnya sehingga hasilnya pun menyebrang ke tahun berikutnya, tahun 2018,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Nasir, Rabu (12/9/2018).
Dampaknya, lanjut Nasir, menyebabkan PAD tahun 2017 lalu tidak memenuhi target yang telah ditetapkan sebesar Rp1,1 miliar.
PAD tahun 2017 Distanak hanya mencapai Rp 420.475.350. PAD tersebut berasal dari retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi penjualan produksi usaha daerah, dan retribusi sewa rumah dinas.
Sementara itu, Sekretaris Distanak Sultra Asnawati saat ditemui di ruang kerjanya, juga menjelaskan tidak terpenuhinya PAD Distanak disebabkan faktor cuaca.
“Iya, tahun 2017 PAD kita tidak mencapai,” ujar Asnawati
Ia menambahkan, PAD yang tidak tercapai ialah target dari UPTD Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan (BPBTP).
“targetnya kita kan dari aneka usaha tanaman (UPTD Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan) yang paling dominan. Pada saat itu, cuaca kurang bagus, hujan. Curah hujan yang tinggi pada saat itu,” ujarnya.
Kurangnya pemasukan dari penjualan benih UPTD BPBTP, mengakibatkan PAD Distanak hanya mencapai 39,2 persen dari target yang diproyeksikan Rp 1,1 miliar.
Laporan: Benny Laponangi






