Kendari, Radatsultra.co.id – Ketua Asosiasi Camat dan Lurah Kota Kendari, Alda Kusutan Lapae yang juga camat Kadia memproklamirkan komitmen untuk mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kota Kendari tahun 2022.

Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang higiene dan sanitasi masih sangat besar. Untuk itu perlu dilakukan intervensi terpadu melalui pendekatan sanitasi total berbasis Masyarakat (STBM). Pelaksanaan STBM akan mempermudah upaya peningkatan akses sanitasi masyarakat yang ke arah yang lebih baik, mengubah dan mempertahankan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat, menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik, serta dapat mendorong tewujudnya masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.
Hal ini menandakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berkomitmen untuk mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kota Kendari tahun 2022.
Melalui forum penguatan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Kendari Wali kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengharapkan agar lima pilar STBM menjadi fokus penguatan pemerintah kota. Lima Pilar STBM tersebut meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT).
Dalam sambutannya Sulkarnain mengatakan, Kota Kendari telah berhasil meraih penghargaan STBM Awards 3 tahun berturut-turut mulai tahun 2019 hingga 2021 dan pada tahun 2021 Kota Kendari meraih STBM Awards berkelanjutan.
“Kemarin di 2020 kita sudah tuntaskan khusus akses untuk masyarakat buang air besar, itu kita sudah deklarasi Open Decefation Free (ODF), Ini kita tingkatkan lagi levelnya menguatkan lima pilar dengan sanitasi total berbasis masyarakat,” Katanya.Senin, (18/4/2022)
Pada kesempatan itu juga Orang nomor satu di Kota Kendari ini meminta kerjasama para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mewujudkan lima pilar STBM tersebut mulai dari tingkat kecamatan sampai kelurahan.
“Tentu ini butuh keterlibatan semua pihak. Makanya ini kita hadirkan keterlibatan semua, kelurahan, kecamatan juga kepala-kepala puskesmas untuk mereka bersinergi di lapangan,” jelasnya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari Rahminingrum menjelaskan, lima pilar STBM merupakan target pemerintah kota di tahun 2022 ini, ia menjelaskan selain ODF, sanitasi lainnya yang menjadi perhatian Pemkot Kendari adalah limbah rumah tangga, sampah, air minum dan makanan.
“Pengelolaan limbah cair rumah tangga, sampah akhir ini menjadi prioritas sanitasi,” katanya.
Raminingrum berharap, keberhasilan penyelenggaraan STBM ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi kasus stunting di Kota Kendari.*






