Kendari, Radarsultra.co.id – Menurut data Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), memasuki triwulan pertama 2017 kinerja perbankan di Sultra mengalami pelambatan, Minggu (28/5).
Hal tersebut tercermin dari penurunan aset dan penyaluran kredit pada bank umum di Sultra yang asetnya pada posisi Maret 2017 tercatat sebesar Rp 22,9 triliun, tumbuh sebesar 5,38 persen (yoy) atau jauh lebih rendah dari pertumbuhan di akhir tahun 2016 yang tercatat sebesar 13,09 persen (yoy).
Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono mengungkapkan, hal yang sama juga terjadi pada penyaluran kredit diposisi Maret 2017 yang melambat sebesar 11,2 persen (yoy) dengan outstanding kredit berjumlah Rp 18,8 triliun.
“Meski demikian, nilai penyaluran kredit pada bulan Maret lebih besar dibanding Desember 2016 yang hanya Rp. 18,3 triliun” ungkapnya kepada wartawan radarsultra.co.id saat ditemui di Grand Clarion Hotel Kendari.
Sejalan belum banyaknya aktifitas dunia usaha pada triwulan pertama 2017, jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sultra mampu tumbuh hingga 3,23 persen (yoy) menjadi Rp 15,8 triliun.(c)






