1

Tingkatkan Kualitas Padi, Distanak Sultra Uji Tiga Varietas Unggul

Radarsultra.co.id
Kantor UPTD Balai Benih Induk (BBI) Distanak Sultra di Wawotobi, Kabupaten Konawe
1

Kendari, Radarsultra.co.id – Guna meningkatkan kualitas padi yang disukai petani, UPTD Balai Benih Induk (BBI) Padi Wawotobi, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra saat ini tengah melakukan pengujian terhadap tiga varietas unggul. Diantaranya yakni Cisantana, Inpari 30, dan Mekongga.

“Ini ada Cisantana, Inpari 30, sama Mekongga. Untuk sementara tiga varietas itu,” terang Kepala BBI Padi Suryanto kepada Radarsultra.co.id, Senin (3/9/2018).

1

Ditargetkan pengujian untuk ketiga varietas tersebut selesai dalam pekan ini. Dimana setelah tahap tersebut tinggal menunggu hasil uji laboratorium.

“Ini sementara pengujian. Kemungkinan minggu-minggu ini sudah lolos uji. Tinggal uji lab-nya,” ujarnya.

Setelah melalui uji laboratorium, diharapkan hasilnya mempunyai sifat unggul yang dikehendaki untuk program peningkatan produktivitas pangan bagi kesejahteraan masyarakat petani di Sultra.

BACA JUGA :  Dibangun, Balai Pertemuan untuk Petani

Berikut karakteristik tiga varietas ini seperti dikutip dari Badan Litbang Pertanian Kementan RI (litbang.pertanian.go.id).

Cisantana: umur tanaman 118 hari, tinggi tanaman 110 cm, tekstur nasi pulen, berat 1000 butir 23,9 gram, potensi hasil 5-7,8 ton/ha gabah kering panen, tahan terhadap hama, wereng coklat biotipe 2 dan 3, tahan terhadap penyakit, hawar daun bakteri (HDB) strain III dan peka terhadap HDB IV,

Mekongga: umur tanaman 116-125 hari, tinggi tanaman 91-106 cm, tekstur nasi pulen, berat 1000 butir 27-28 gram, potensi hasil 6 ton/ha gabah kering giling (GKG), tahan terhadap hama, agak peka terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3, tahan terhadap penyakit, agak peka terhadap HDB strain IV.

BACA JUGA :  Produksi Padi Total Agustus 2018 Meningkat 4,7 Persen

Inpari 30: umur tanaman 111 hari setelah semai, tinggi tanaman 101 cm, tekstur nasi pulen, berat 1000 butir ± 27 gram, potensi hasil 9,6 ton/ha, tahan terhadap hama, agak rentan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1 dan 2, rentan terhadap wereng batang cokelat biotipe  3, tahan terhadap penyakit, agak rentan terhadap HDB patotipe III, rentan terhadap HDB patotipe IV dan VIII.

Penulis: Benny Laponangi   

1
1