1

Tenun Masalili Bersinar di Sultra Maimo Sharia Fest 2026

1

Kendari, Radarsultra.co – Keindahan kain tenun Masalili asal Kabupaten Muna kembali memukau pengunjung dalam ajang Sultra Maimo Sharia Fest 2026. Di balik lembaran kain bermotif etnik bernilai seni tinggi tersebut, hadir sosok Siti Erni, penenun dari kelompok Anisa Tenun Masalili yang telah mendedikasikan lebih dari satu dekade hidupnya untuk melestarikan warisan leluhur.

Kehadiran Siti Erni dalam pameran yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara ini bukan sekadar berjualan, melainkan menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan UMKM. Ia mengungkapkan, keterlibatannya bersama BI Sultra memberi dampak signifikan, terutama melalui bantuan alat produksi dan perluasan akses pasar.

1

“Dengan Bank Indonesia yang dikasih bantuan kita ke koperasi,” kata Siti Erni.

BACA JUGA :  HUT ke-58, Bank Sultra Menuju Bank Kebanggaan Sultra

Bagi Siti Erni, menenun bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi telah menjadi identitas sejak usia muda. Ia mengaku mulai menenun sejak remaja dan tetap bertahan meski sempat menghadapi fluktuasi permintaan pasar.

“Saya menenun sejak usia 16 tahun,” ujarnya.

Dalam hal pemasaran, ia menilai dukungan BI Sultra sangat membantu para pengrajin untuk menjangkau pasar lebih luas melalui berbagai pameran hingga peragaan busana.

“Pemasarannya sering ikut pameran, dipasangkan juga ada fashion show,” tambahnya.

Produk tenun Masalili binaan BI Sultra kini menunjukkan perkembangan pesat. Karya-karya Siti Erni bersama kelompoknya tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mulai menembus pasar internasional, termasuk tampil dalam pameran di Eropa.

BACA JUGA :  Pelajar Sultra Adu Cerdas di Lomba Eksyar 2026

“Kalau yang di Perancis itu hasil tenunnya. Punya Masalili itu, sudah sering dipajang, sering dipamerkan,” ungkapnya.

Melalui partisipasinya di Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Siti Erni berharap dukungan dari Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dapat terus berlanjut. Ia menilai pendampingan berkelanjutan sangat penting untuk menjaga regenerasi penenun sekaligus memastikan produk wastra daerah tetap eksis dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.

1
1