1

Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0 Siap Taklukkan Medan Sulawesi

1

Kendari, Radarsultra.co – PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali melanjutkan ekspedisi nusantara melalui program bertajuk “Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi”. Perjalanan yang dimulai dari Kendari, Sulawesi Tenggara, hingga Manado, Sulawesi Utara ini menjadi ajang pembuktian ketangguhan teknologi hybrid Toyota dalam menghadapi beragam kondisi jalan di Indonesia.

Ekspedisi tersebut melibatkan sejumlah media nasional dan lokal yang akan mengendarai satu unit Veloz Hybrid EV Q TSS Modellista secara estafet melintasi lima provinsi di Pulau Sulawesi. Perjalanan dibagi dalam tujuh etape dengan total waktu tempuh yang diperkirakan mencapai 40 hari.

1

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily, mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya sukses digelar di berbagai wilayah Indonesia. Melalui perjalanan lintas Sulawesi, Toyota ingin memperlihatkan kualitas, daya tahan, dan keandalan atau Quality, Durability, and Reliability (QDR) yang menjadi karakter utama produk-produknya.

“Sejalan dengan semangat Toyota Ada untuk Indonesia, kami ingin memperlihatkan Quality, Durability, dan Reliability MPV hybrid ini melintasi berbagai kondisi jalanan di Indonesia. Sulawesi dipilih karena mampu merepresentasikan karakter jalan yang beragam, lengkap dengan panorama indah serta medan yang menantang,” ujar Jap.

BACA JUGA :  RAFI 2020, Layanan Data Telkomsel di Sultra Tumbuh Hingga 18 Persen

Menurutnya, Pulau Sulawesi memiliki kombinasi jalur pegunungan, pesisir pantai, hingga jalan lintas antarwilayah yang mampu menjadi arena ideal untuk menguji performa kendaraan hybrid dalam penggunaan sehari-hari.

Veloz Hybrid EV sendiri merupakan produk elektrifikasi Toyota yang diproduksi di dalam negeri. Mobil keluarga tujuh penumpang ini hadir dengan teknologi hybrid generasi terbaru yang menawarkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, serta performa yang tetap responsif di berbagai kondisi perjalanan.

Antusiasme masyarakat terhadap model tersebut juga terus meningkat. Dalam kurun waktu sekitar enam bulan sejak diluncurkan, permintaan Veloz Hybrid EV telah menembus lebih dari 12 ribu unit secara nasional.

Di wilayah Kalla Toyota, sambutan pasar terhadap kendaraan ini juga terbilang positif. Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin, mengungkapkan bahwa pemesanan Veloz Hybrid EV telah mencapai sekitar 900 unit.

“Khusus di wilayah Kalla Toyota, Veloz Hybrid EV mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Hingga hari ini, pemesanan tembus di angka 900 unit. Agenda Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi tentunya akan menjadi momen yang sangat spesial karena dilaksanakan di wilayah Kalla Toyota,” katanya.

BACA JUGA :  SRO Tegaskan Investasi Pasar Modal Aman dan Terlindungi

Rute yang akan dilalui dalam ekspedisi ini mencakup sejumlah daerah di Sulawesi, mulai dari Kendari, Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Luwuk, Tolitoli, Gorontalo hingga Manado. Jalur tersebut dikenal memiliki karakter medan yang beragam dan menantang, sehingga dinilai tepat untuk menguji efisiensi serta performa teknologi hybrid Toyota.

Selain menguji kendaraan, tim ekspedisi juga akan mengeksplorasi berbagai destinasi wisata alam dan kuliner di setiap daerah yang dilalui. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperlihatkan keragaman budaya, kearifan lokal, serta kontribusi Toyota dalam mendukung mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menegaskan bahwa ekspedisi ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan masyarakat mengenai kemampuan teknologi hybrid Toyota saat digunakan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

“Melalui pengujian langsung oleh rekan media nasional, kami berharap hasil perjalanan ini dapat tersampaikan secara organik dan sejalan dengan pengalaman nyata para pelanggan. Perjalanan lintas Sulawesi ini juga memperlihatkan bahwa ekosistem hybrid Toyota mampu mendukung mobilitas pelanggan hingga ke pelosok wilayah tanpa perlu mengubah kebiasaan sehari-hari,” tutupnya.

1
1