1

SRI Organik PT Vale Dapat Pujian Dari Anggota DPRD Kolaka

Ketgam: Kunjungan Anggota DPRD Kolaka, Firlan M Alimsyah di areal persawahan SRI Organik blok Pomalaa.
1

Kolaka, Radarsultra.co – Hasil pertanian dari petani binaan PT Vale berupa beras organik berhasil menuai pujian dari salah seorang anggota DPRD Kolaka, Firlan M Alimsyah.

Beras organik yang diminati Firlan ini merupakan bagian dari Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) dengan metode System of Rice Intensification (SRI) Organik.

1

Firlan mengetahui manfaat positif beras organik dari program pemasaran yang dilakukan PT Vale bersama petani binaan PT Vale di Blok Pomalaa melalui media sosial. Akhirnya, Firlan langsung memesan sebanyak 25 kg beras organik. Tak hanya itu, dia berkesempatan bertemu petani dan melihat langsung areal persawahan SRI Organik.

Firlan memuji beras organik yang dibeli langsung dari petani binaan PT Vale. Menurutnya, beras tersebut sangat bagus untuk dikonsumsi meskipun sudah dingin dan baru pertama kali dia konsumsi beras seperti ini.

BACA JUGA :  Perwali Penggunaan Masker di Kota Kendari Menunggu Pergub

“Beras ini sangat bagus dikonsumsi, higienis, sehat dan wangi,” katanya, usai mengkonsumsi beras organik tersebut.

Ketgam: Anggota DPRD Kolaka, Firlan M Alimsyah saat membeli beras organik hasil panen petani binaan PT Vale.

External Relations Specialist PT Vale, Muhammad Febrianto Raharjo menjelaskan, PT Vale memperkenalkan padi organik kepada petani di Kolaka melalui PSRLB dengan metode SRI Organik. Metode ini merupakan ‘ilmu’ baru bagi petani di wilayah binaan PT Vale di Pomalaa, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Dan panen beras organik di akhir tahun ini merupakan panen kedua padi organik sejak pertama kali diperkenalkan pada 2021 silam. Dengan SRI Organik, kuantitas beras yang dipanen meningkat menjadi 5 hingga 7 ton per hektar dari sebelumnya yang hanya sekitar 3 ton per hektar,” ungkapnya dalam siaran pers PT Vale, Selasa, (27/12/2022).

Sampai saat ini, lanjut Febri, jumlah petani yang beralih ke padi organik sudah mencapai 26 orang dengan total luasan lahan sekitar 4,5 hektar (ha) di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Baula dan Kecamatan Pomalaa.

BACA JUGA :  Gubernur ASR Tekankan Persatuan di HUT ke-62 Sultra

“Semakin hari semakin banyak petani yang ingin beralih ke padi organik, karena faktor kesehatan dan kualitas serta keuntungan yang didapatkan petani lebih besar,” jelasnya.

Febri menambahkan, ke depannya diharapkan semakin banyak petani yang berminat belajar metode SRI organik, karena proses pertaniannya sama sekali tidak menggunakan bahan kimia. Selain itu, perawatannya juga tidak berat.

 

“Saya meyakini penjualan beras organik ini akan terus meningkat, sebab dari segi kualitas tidak perlu dipertanyakan lagi. Beras ini murni organik dan benar-benar tanpa zat kimia dalam proses pengolahannya, sehingga sangat baik untuk kesehatan,” tutup Febri.

 

1
1