Kendari, Radarsultra.co.id – Komunitas Jurnalis Jalan-jalan (KJ3) bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat ini telah membahas konsep pengembangan potensi pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Isu tersebut semakin meyakinkan dengan didukung oleh pernyataan ketua umum KJ3, Mirkas saat ditemui oleh Radarsultra.co.id.
Menurut Mirkas, saat ini KJ3 sebagai wadah bagi para jurnalis yang memiliki kesamaan berfikir, untuk membantu mengeksplor dan mempublikasikan potensi pariwisata daerah melalui karya jurnalistik tengah menyusun program kerja, yang akan dilaksanakan baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.
Di sisi lain, KJ3 juga menitipkan program pariwisata kepada Ketua PHRI Sultra, Ir. Hugua yang juga merupakan Calon Wakil Gubernur Sultra. Sehingga, pemerintah di masa mendatang bisa lebih membuka diri kepada pihak-pihak yang memiliki niatan baik untuk membangun daerah.
“Kami juga menitipkan program pariwisata ini kepada beliau (Hugua, red). Apabila diberikan amanah untuk memimpin Sultra, kami membutuhkan support dari pemerintah. Jangan seperti pemerintah yang saat ini, tak mau mendukung niatan baik kami ini,” ungkap Mirkas, Senin, (4/6).
Pimpinan salah satu media Online ternama di Sultra itu juga mengatakan, selain Hugua, pihaknya akan mengagendakan silaturahmi bersama pihak-pihak terkait lainnya dan juga terhadap Pasangan Calon Gubernur Sultra periode 2018-2023, guna mendiskusikan hal yang sama dan juga menitipkan program kepariwisataan.
“Kami sedang mencari akses ke Paslon lainnya juga, untuk bersilaturahmi sembari menitipkan program pariwisata,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ir. Hugua menguraikan potensi multisektoral dari pengembangan pariwisata yang ada di Sultra akan mendunia jika didukung dengan publikasi yang intens dari para jurnalis.
“Jika pariwisata gencar dipromosikan, nilaitambahnya berdampak multisektoral, baik dari sektor pertanian, maupun perikanan. Imbasnya adalah peningkatan lapangan kerja,” jelas Ketua organisasi Negara-negara maritim atau Coral Triangle Initiative on Coral Reefs Fisheris and Food Security Maritim Local Government Network (CTI-LGN) ini, saat berdiskusi bersama KJ3.
Nilai tambah tersebut, lanjut Hugua, akan membuka peluang peningkatan lapangan kerja. Sebab, jika berbicara pariwisata, maka produksi pertanian, perikanan juga diprediksi akan tumbuh pesat.
“Tugas kita semua, termasuk teman-teman media yang ada dalam KJ3 untuk merealisasikan itu semua. Jika Destinasi wisata dikenal dunia, bukan hanya Wakatobi saja, tapi dipastikan pertumbuhan ekonomi di sektor lainnya di wilayah Sultra akan terus bergerak diatas 10 persen,” ujarnya.
Dia juga menegaskan pentingnya melakukan perubahan untuk meningkatkan potensi lapangan kerja berbasis industri yang ada pada sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
“Nilai tambah yang ada pada petani selama ini 60 atau 70 ada pada sektor retailing. Hanya 30 persen hasil produksi yang dinikmati petani sehingga petani belum sejahtera. Kalau berbasis industri, pabriknya dikelola desa, pengepakan produksi juga terpisah, maka proses produksi hingga hasil produksi harus melibatkan tenaga kerja dari petani ataupun nelayan setempat. Sama halnya dengan revolusi industri seperti yang terjadi di China beberapa Tahun silam. Semua dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat,” urainya. (B)






