1

Safari Ramadan 2026, Wagub Hugua Tekankan Spiritual dan Solidaritas

*Safari Ramadhan Wagub Sultra, Ir. Hugua di Masjid Al-Alam Kendari.
1

Kendari, Radarsultra.co – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) yang digelar di Masjid Al Alam, Kendari, Jumat, (20/02/26) malam. Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ibadah ritual, melainkan momentum membangun kekuatan spiritual sekaligus memperkuat solidaritas sosial demi mewujudkan daerah yang harmonis dan berkeadilan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana ibadah yang penuh makna. Momentum ini juga menjadi wujud kehadiran nyata Pemprov Sultra di tengah masyarakat.

1

Dalam sambutannya, Hugua menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ia menekankan bahwa Safari Ramadan bukan agenda seremonial semata, tetapi ikhtiar bersama untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

“Puasa sejatinya adalah sarana membentuk ketakwaan, yaitu kemampuan mengendalikan ego dan hawa nafsu yang sering kali menjadi sumber konflik dalam kehidupan, baik di keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Hugua.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Tekankan Pentingnya Data Statistik

Mengangkat tema ceramah Puasa Sarana Mengendalikan Ego dan Melepaskan Kelekatan Duniawi, ia menjelaskan bahwa ego kerap muncul dalam bentuk kesombongan, kemarahan, keinginan menang sendiri, hingga dorongan kepentingan pribadi yang mengabaikan kepentingan bersama. Karena itu, puasa menjadi madrasah spiritual yang melatih manusia menahan keinginan, mengendalikan emosi, dan menata orientasi hidup agar tidak terjebak pada kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Menurutnya, kemenangan sejati dalam kehidupan bukanlah membalas kemarahan, melainkan kemampuan menahan diri dengan kesabaran. Puasa juga mengajarkan kesederhanaan, rasa syukur, serta empati sosial terhadap sesama yang kurang beruntung.

“Ramadan harus kita jadikan momentum memperkuat kepedulian sosial, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan memperbanyak amal kebaikan. Semangat gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat Sultra yang harus terus kita jaga,” tambahnya.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Percepat Pembangunan Gedung RSUD Bahteramas

Ia berharap nilai-nilai puasa mampu melahirkan masyarakat yang jujur dalam pekerjaan, adil dalam kepemimpinan, sabar menghadapi ujian, peduli terhadap sesama, serta sederhana dalam kehidupan.

Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana transformasi karakter menuju kehidupan yang lebih baik dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Sultra.

Safari Ramadan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun tidak hanya aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat pembangunan spiritual dan sosial demi terwujudnya Sultra yang religius, harmonis, dan berkeadilan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asrun Lio, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Direktur Utama RSUD Oputa Yi Koo, serta para kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sultra.

1
1