Kendari, Radarsultra.co.id – Banyak cerita masa-masa sekolah yang akan terus membekas di pikiran para alumni sekolah, cerita yang bisa memicu kerinduan kepada kawan sekolah, guru dan suasana sekolah yang seakan terus memanggil para alumni untuk kembali berkumpul bersama teman-teman sekolah, bernostalgia dan melepas rindu.

Untuk pertama kalinya, alumni SMP Negeri 8 Kendari menghelat reuni Akbar yang sukses diikuti oleh kurang lebih enam ratus alumni dari angkatan 1992 sampai 2018 di halaman sekolah SMPN 8 Kendari, Minggu (17/03/19).
Kegiatan yang diketuai oleh Mahran Asis tersebut mengusung tema merekatkan silatutahmi antar alumni ini, diisi dengan berbagai kegiatan yang diawali dengan jalan santai dari simpang empat Alolama Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga menuju ke sekolah, yang diiringi dengan parade marching band dari siswa-siswi SMPN 8 itu sendiri.
Kemudian, perhelatan reuni Akbar tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan lainnya yang dilaksanakan di sekolah seperti senam zumba, dan tari lulo yang dilanjutkan dengan agenda ramah tamah pada malam harinya.
Menanggapi reuni Akbar perdana ini, Kepala SMPN 8 Kendari Abdul Hamid memandang kegiatan tersebut sebagai momentum untuk kembali berkumpul bersama mantan siswa, ia juga berharap agar kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan tiap tahunnya.
“Ini adalah momentum kita untuk kembali berkumpul, dan kami harapkan semua alumni dengan sekolah bersinergi, agar sekolah ini kembali meraih prestasi baik secara akademik maupun non akademik,” kata Abdul Hamid sewaktu memberikan sambutan dalam ramah tamah di halaman sekolah tersebut.
Di tempat yang sama, mantan kepala SMP 8 Kendari, Jufri Sakti juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para orang tua siswa yang telah banyak berkontribusi untuk memajukan sekolah utamanya dari segi fasilitas sekolah bagi para siswa.
“Saya berterima kasih kepada para orang tua siswa yang sudah berkontribusi banyak selama saja menjabat kepala sekolah disini, banyak uang dari penjual sayur yang kita kumpulkan, sehingga anak-anak kita bisa menikmati fasilitas dan berprestasi,” ungkap Jufri Sakti.
Mengenang masa-masa sekolah, perwakilan alumni, Supriadi sedikit menceritakan pengalaman yang paling berkesan dan masih membekas di pikirannya sampai saat ini, pengalaman yang mengantarkannya menjadi salah seorang guru di salah satu SD di Kendari.
“Saya pernah dihukum oleh guru karena tidak tau mengaji. Saya dihukum, pulpen dijepit diantara dua jari, karena sakitnya saya berpikir keras untuk belajar, dan berdoa agar menggantikan dia jadi guru, akhirnya saya sekarang bisa jadi guru. Saya ucapkan banyak terima kasih pak,” ucapnya.
Di penghujung kegiatan reuni akbar ini, para alumni melaksanakan pemilihan ketua ikatan alumni (IKA) SMPN 8 Kendari. Pemilihan tersebut dilakukan secara aklamasi dan alumni sepakat menunjuk ketua panita Mahran Asis sebagai Ketua IKA.






