Kendari, Radarsultra.co.id – Kasus perusakan mobil truck pengantar bantuan logistik bagi para korban bencana gempa dan tsunami Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terjadi di jalan Paku Jaya Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Utara (Konut) pada Rabu malam, 14/11/18 lalu kini telah ditangani oleh aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bondoala.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bondoala, AKP Muhammad Alka, SIK mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari Humas Polda Sultra tentang tim dari Harian Rakyat Sultra yang diserang oleh OTK pada saat dalam perjalanan pulang setelah membawa bantuan logistik untuk korban gempa tsunami Palu.
Mantan Kasat Lantas Polres Kendari ini mengatakan, menurut laporan yang ada, mobil tersebut dihadang oleh puluhan Orang Tak Dikenal (OTL) yang meminta uang. Pada saat itu, kata Alka, para OTK tersebut diberi sejumlah uang oleh penumpang Truck yang diserang, namun para OTK tersebut tidak merasa puas lalu merusak truck tersebut dengan cara dipukul hingga kaca bagian depan, pintu kiri dan kanan truck pecah hingga dua orang penumpang truck dianiaya dengan menggunakan benda tumpul.
“Korban yang dipukul dengan balok masih menandai salah satu pelaku orang yang melakukan perusakan pada mobil tersebut dan kita berharap dalam waktu yang singkat tersangka dan pelaku pengerusakan bisa di amankan,” kata Alka, Jumat, (16/11/18).
Untuk selanjutnya, Kapolsek Bondoala mengatakan, Berdasarkan laporan itu, pihaknya akan mengerahkan tim oprasional untuk menindak lanjuti di tempat kejadian perkara (TKP) dan akan kumpulkan orang-orang yang di sinyalir biasa berada disana untuk dikonfirmasi ke korban.
“Kita akan foto satu persatu dan kami akan perlihatkan ke korban dan akan mencari orang-orang yang sesuai dengan apa yang di berikan keterangan dari korban,” tegasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi, kedepannya pihak Polsek Bondoala akan melakukan komunikasi intensif kepada Babinsa dan juga Muspika untuk mengadakan sosialisasi di wilayah hukum Polsek Bondoala dan akan mengingatkan Kepala Desa agar memperingatkan warga-warganya agar tidak ada lagi kumpul-kumpul dan miras di bahu jalan.






