1

Penggunaan Benih Bermutu di Sultra Masih Rendah

Radarsultra.co.id
Kepala UPTD BPSBTP Distanak Sultra, Safruddin
1

Kendari, Radarsultra.co.id – Penggunaan benih bermutu di wilayah Sultra masih relatif rendah. UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSBTP) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra cukup prihatin dengan hal ini.

“Kalau kita melihat penggunaan benih yang bermutu di Sultra itu masih relatif rendah sekali. Tingkat kesadarannya masyarakat yang masih rendah,” ungkap Safruddin, kepala UPTD BPSBTP, melalui sambungan telepon, Rabu (5/9/2018).

1

Ia melanjutkan, meski pemahaman pada tingkat petani mengenai benih unggul sudah tinggi, tetapi masih enggan untuk mengeluarkan biaya dalam memperoleh benih yang unggul.

“Jadi kendalanya di Sultra itu di tingkat petani sebenarnya pemahaman tentang benih unggul itu sudah tinggi. Mereka sudah tahu kalau menggunakan benih yang unggul itu hasilnya bagus. Hanya persoalannya sekarang itu di tingkat masyarakat itu tidak mau keluarkan uangnya. Dia belum mau sadar. Dia tidak sadar kalau dia menggunakan benih lokal, benih asalan, itu sesungguhnya merugikan dirinya,” jelasnya.

BACA JUGA :  300 Kelompok Penerima Benih Jagung Koltim Buka Rekening

Salah satu kekurangan jika menggunakan benih yang tidak bermutu atau tidak unggul, kata Safruddin, ialah rendahnya produksi yang akan dihasilkan.

“Karena dalam kurun waktu, biaya, dan tenaga mestinya dia harus dapatkan produsi katakan lah 8 ton dengan menggunakan benih yang bermutu, benih bagus tapi karena hanya menggunakan benih asalan produksinya paling 3 ton. Sehingga ada selisih sekitar 5 ton yang bahasa kasarnya dia buang itu hasil,” terangnya.

BACA JUGA :  Penanganan Benar, Mempengaruhi Produktivitas Ternak

Maka dari itu, kedepan BPSBTP akan terus berupaya meningkatkan kesadaran petani agar tidak lagi menggunakan benih asalan.

Nah ini yang kedepan saya ingin betul-betul mau genjot. Bagaimana menyadarkan masyarakat petani supaya jangan lagi menggunakan benih asalan. Sesungguhnya dia sangat rugi kalau dihitung dari segi waktu, biaya dan tenaga,” pungkasnya.

Laporan: Benny Laponangi

1
1