Kendari Radarsultra.co – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) berencana memberikan bonus kepada atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh – Sumatera Utara.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Provinsi Sultra, Asrun Lio, saat membuka Rapat Kerja Provinsi KONI Sultra mewakili Pj Gubernur Sultra pada Selasa (30/7/2024).
“Pemerintah daerah mengapresiasi para atlet dan pelatih yang menyumbangkan prestasi di arena PON. PON sebelumnya juga disiapkan bonus bagi atlet dan pelatih yang berprestasi,” kata Asrun Lio, Selasa (30/7/2024).
Meskipun besaran bonus belum diumumkan, Asrun menegaskan bahwa pemberian bonus merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama daerah.
“Pemerintah memahami bahwa bonus bagi atlet sebagai motivasi dalam berlatih dan bertanding untuk meraih prestasi terbaik. Bonus sesuatu yang wajar bagi atlet,” tambahnya.
Asrun juga menyatakan harapannya agar DPRD Sultra mendukung pemberian bonus ini.
“Bonus lazim setiap ajang PON. Pemerintah daerah mengharapkan dukungan DPRD sesuai kewenangan penganggaran,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada PON XX empat tahun lalu, pemerintah daerah dan DPRD menyiapkan bonus senilai Rp100 juta bagi peraih medali emas, Rp75 juta untuk peraih medali perak, dan Rp50 juta untuk peraih medali perunggu.
Inisiatif pemerintah daerah ini mendapat sambutan positif dari para pelatih. Hadli Nurjaman, pelatih cabang olahraga Panahan, menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif ini.
“Bonus bagi atlet dan pelatih yang mengukir prestasi di PON menambah semangat atlet dalam berlatih. Daerah lain pun menyiapkan bonus,” kata Hadli.
“Cabang olahraga panahan yang meloloskan atlet putri semata wayang (Nani) bertekad menyumbangkan prestasi terbaik,” ucap Hadli.
Senada dengan Hadli, Ketua Pengprov Wushu Sultra, Achmad Wahab, juga menyambut baik rencana pemberian bonus ini.
“Atlet berlatih keras semata-mata untuk meraih prestasi terbaik. Mengharumkan nama daerah maka wajar diapresiasi dengan bonus,” ujar Achmad Wahab.*






