1

Pemprov Sultra Resmikan Peluncuran Ekspor Langsung Komoditi Perikanan

1

Konawe Selatan, Radarsultra.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) meresmikan peluncuran perdana ekspor langsung komoditi perikanan ke Singapura, berupa komoditi kepiting bakau.

1

Ekspor langsung komoditi perikanan dari Sultra melalui jalur udara tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah bersama para stakeholder untuk meningkatkan volume ekspor langsung komoditi dari Sultra.

Pj. Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Hj. Isma mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa untuk komoditi perikanan, volume ekspor langsung hanya mencapai 49,5 ton sedangkan volume ekspor tidak langsung sebesar 1.987, 37 ton atau hanya 2 persen yang di ekspor secara langsung sehingga nilai ekspor di Sultra belum signifikan dengan produksi yang dihasilkan, karena masih di dominasi oleh kegiatan ekspor tidak langsung.

BACA JUGA :  Lima Fakta Kemuliaan Lailatul Qadar

“Hal ini sangat disayangkan sebab sektor perikanan, perkebunan dan pertanian masih menjadi sektor utama dalam struktur perekonomian Sultra” ujarnya dalam sambutannya pada peluncuran perdana ekspor langsung komoditi perikanan Sultra di terminal kargo Bandara Haluoleo, Jumat, (18/5).

Maka dari itu, lanjut Isma, dengan ekspor langsung ini maka volume ekspor secara langsung komoditi dari Sultra dapat meningkat tidak hanya dari sektor perikanan tetapi juga sektor lainnya dan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan dengan membawa nama Sultra makin dikenal dan dapat menjadi penyumbang ekspor untuk Indonesia.

“Dengan begitu pemerintah pusat dapat meningkatkan belanja infrastruktur bandara, pelabuhan dan lainnya, untuk lebih meningkatkan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) di Sultra, dan di Sultra sendiri petani lebih bersemangat serta akses pasar makin luas akan meningkatkan permintaan komoditas di Sultra” ungkapnya.

BACA JUGA :  BPS Terus Wujudkan Informasi Satu Pintu Secara Bertahap

Ditempat yang sama, Kepala Bandar Udara Haluoleo, Rudy Richardo mengatakan, ekspor langsung ini secara dokumen internasional merupakan yang pertama dan ekspor ini sangat membantu para pelaku usaha di Sultra dalam melakukan ekspor internasional karena sangat efisien.

“Ekspor langsung ini bisa terjadi karena adanya sinergitas yang baik dari instansi – instansi vertikal baik dari bea cukai maupun balai karantina perikanan” ungkapnya.

Kedepannya, peningkatan volume ekspor langsung diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap nilai jual yang lebih besar, pangsa pasar yang lebih luas dan sebagai brand produk daerah Sultra.(A)

1
1