Kendari, Radarsultra.co.id – Kepala Desa Andowengga Marliana, mengaku jika desanya merupakan lumbung padi terbesar di Kecamatan Poli-polia Kabupaten Kolaka Timur(Koltim).
Menurutnya, desa tersebut memiliki luas sawah sebanyak 500 hektare dibandingkan Desa Pangi-Pangi, Polemaju Jaya, Polenga Jaya, Poli-Polia, Taosu, Tokai dan desa Wia-Wia. Jumlah tersebut, belum termasuk sawah yang sementara dicetakan secara swadaya oleh warga setempat seluas 25 hektare.
Marlina menilai, meski sebagai lumbung beras, namun mereka terkendala debit air yang kurang maksimal, karena bendungan yang ada tidak mampu menampung air yang berskala besar menyebabkan, sawah dalam setahun 2 kali panen tetapi hanya bisa sekali.
Ia mengaku, akan memperluas bendungan yang merupakan salah satu pemasok air terbesar di desanya.
“Sekalipun hanya sekali panen dalam setahun namun produksi gabah di sini cukup tinggi, apalagi ditopang bantuan pemerintah berupa handtractor pada tahun lalu, itu juga memudahkan kelompok tani dalam menggarap sawah“ ungkap Marlina, Sabtu (27/10/2018).
Menurutnya, untuk wilayah Kecamatan Poli-polia, hanya desa Andowengga yang memiliki areal persawahanya sangat luas, sejak tahun 1990 petani di sini sudah mulai menggarap sawah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Nasir mengatakan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri mengatasi persoalan tersebut.
“Pertanian tidak bisa jalan sendiri, pertanian hanya menggunakan air tetapi yang menyediakan sarana prasarana itu kan pekerjaan umum (PU) dan instansi lainnya, kalau jalan sendiri tidak akan berhasil,” ungkapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, jika terjadi banyak masalah dari saluran primer dan sekunder, maka air tidak bisa menjangkau lahan pertanian. Ada yang terjangkau tapi luasannya hanya sedikit.
Untuk itu, lanjutnya, Distanak Sultra mengajak instansi lainnya untuk memperhatikan masalah lingkungan ini. Di mana penting ada kerjasama secara terintegrasi dan bersinergi membangun pertanian di wilayah Sultra yang semakin baik.
“Sehingga, dengan adanya langkah tersebut, akan meningkatkan produksi pertanian di wilayah Sultra terkhusus komoditi padi,” ujarnya.
Laporan: Muhammad Randa






