1

Kultur Masyarakat Pengaruhi Produksi Kedelai Sultra

1

Kendari, Radarsultra.co.id – Produksi kedelai Sultra menurun, disebabkan pengaruh kultur masyarakat setempat lebih tertarik untuk membudidayakan tanaman padi dan jagung.

“Sedangkan tanaman kedelai hanya lebih banyak diminati untuk dibudidayakan oleh penduduk transmigrasi,” kata Kepala Distanak Sultra Muhammad Nasir seperti dikutip dari sultra.antaranews.com.

1

Selain itu, masih kata Nasir, minimnya bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan tanaman kedelai atau tidak sebesar dari alokasi tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Suryati Raeba mengatakan nilai ekonomi kedelai di bawah komoditi lain sehingga menyebabkan motivasi petani menanam kedelai juga rendah.

BACA JUGA :  Distanak Sultra Sebut Dua Masalah Ini Menjadi Kendala Petani Padi

Ia juga menjelaskan, petani kedelai menghadapi kondisi ketidakpastian pasar dan harga jual. Pasar utama kedelai adalah pengrajin tempe dan tahu, sehingga jaminan pasar kedelai petani sangat tergantung kepada permintaan pengrajin tersebut.

“Dalam banyak kasus, pengrajin tempe dan tahu lebih menyukai kedelai impor dibanding kedelai produksi lokal, dengan alasan kedelai impor lebih besar bijinya dan merata, padahal kedelai lokal lebih sehat,” kata Suryati kepada Radarsultra.co.id, Rabu (11/7/2108)

BACA JUGA :  Penggunaan Benih Bermutu di Sultra Masih Rendah

Selain itu, terbatasnya tenaga penyuluh dalam memberikan pembinaan bagi petani kedelai sehingga tidak semua petani mengetahui dengan benar teknik budidaya kedelai yang baik.

Meskipun demikian, kata Suryati, pemerintah pusat melalui Distanak Sultra telah menyiapkan bantuan bagi petani kedelai.

“Bantuan untuk pengembangan produksi kedelai 3000 hektar untuk meningkatkan produktivitas kedelai di Sultra,” katanya.

1
1