Kendari, Radarsultra.co — Tidak banyak yang tahu, di balik tembok Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Kendari, ada sosok penjaga tahanan yang juga menjadi pelatih Taekwondo berprestasi tingkat nasional bahkan internasional. Dia adalah Balung Mandalangi Togala, seorang aparatur sipil negara di lingkungan Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang sukses menyeimbangkan tugas negara dengan kecintaannya pada dunia bela diri.
Dalam kesehariannya, Balung menjalankan tugas sebagai penjaga tahanan di Rutan Kelas II Kendari. Namun di luar jam dinas, ia dikenal sebagai pelatih Taekwondo berlisensi internasional, yang telah mencetak banyak atlet muda berprestasi dari Sulawesi Tenggara. Dedikasi dan kedisiplinannya dalam membina atlet membuatnya menjadi sosok panutan di dunia olahraga daerah.

“Nama saya Balung Mandalangi Togala. Saya bekerja sebagai penjaga tahanan di Rutan Kelas Dua Kendari. Sekarang saya juga menjadi pelatih di Taekwondo Sulawesi Tenggara,” ujar Balung dengan penuh semangat, Rabu (12/11/2025).
Perjalanan Balung di dunia Taekwondo sudah berlangsung panjang. Ia telah menjadi bagian dari berbagai ajang olahraga bergengsi di Indonesia.
“Sudah beberapa kali saya mengikuti multi event PON — PON 2021 di Papua, PON 2024 di Aceh–Sumut, dan sekarang PON Bela Diri di Kudus,” katanya.
Keikutsertaannya dalam sejumlah event besar itu mendapat dukungan penuh dari institusinya. Balung mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan, yang memungkinkannya mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Terimakasih kepada Bapak Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tenggaran dan Bapak Karutan yang selalu mendukung saya untuk terus berprestasi dibidang olahraga untuk mengharumkan nama Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Selain mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di berbagai ajang, Balung juga pernah menerima penghargaan dari Kapolda Sultra atas dedikasinya sebagai Pelatih Taekwondo Berprestasi. Penghargaan tersebut ia raih usai membawa Tim Taekwondo Polda Sultra menorehkan hasil gemilang di ajang Kapolri Cup Tahun 2024.
Pengakuan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Balung dalam mengembangkan olahraga bela diri, sekaligus menjaga kehormatan lembaga tempatnya mengabdi.
“Tentunya saya tetap menjaga nama baik institusi. Dimanapun saya berada, tanggung jawab sebagai ASN tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Kini, Balung terus mempersiapkan atlet-atlet muda Sulawesi Tenggara agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Ia dikenal bukan hanya karena kemampuan teknisnya, tetapi juga karena perhatiannya terhadap karakter dan mental para atlet binaannya.

Sosok Balung Mandalangi Togala menjadi inspirasi bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui seragam dinas, tetapi juga melalui dedikasi di bidang yang dicintai.
Dari balik jeruji Rutan, ia membuktikan bahwa semangat juang, disiplin, dan cinta terhadap olahraga mampu menembus batas, mengharumkan nama daerah, institusi, dan bangsa di kancah nasional maupun internasional.***






