Kendari, Radarsultra.co – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menyepakati peningkatan pembagian dividen kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025. Keputusan tersebut menetapkan rasio dividen sebesar 75 persen dari total laba bersih tahun berjalan.
Kebijakan ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada level 70 persen. Dengan capaian laba bersih Bank Sultra sepanjang tahun buku 2025 sebesar Rp419,6 miliar, peningkatan rasio dividen tersebut diproyeksikan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kas daerah pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), menyampaikan apresiasi atas kinerja Bank Sultra yang dinilai mampu menjaga stabilitas keuangan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.
“Peningkatan dividen menjadi 75 persen ini merupakan bukti bahwa kinerja Bank Sultra memberikan dampak langsung bagi daerah. Setiap laba yang dihasilkan akan kembali ke daerah untuk mendukung pembiayaan berbagai program prioritas pembangunan,” ujar Andi Sumangerukka di Kendari, Kamis (13/03/26).
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah sehingga pembangunan di kabupaten dan kota dapat berjalan lebih optimal.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa dividen yang dibagikan kepada pemegang saham daerah merupakan salah satu sumber penting Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
“Dengan peningkatan rasio dividen menjadi 75 persen, kami berharap kontribusi Bank Sultra terhadap penguatan APBD di setiap daerah dapat semakin besar sehingga berbagai program strategis masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik,” jelas Andri.
Ia menambahkan, kemampuan Bank Sultra membagikan dividen dalam jumlah signifikan tidak terlepas dari kinerja keuangan yang tetap terjaga sehat sepanjang tahun 2025.
Beberapa indikator yang mendukung capaian tersebut antara lain efisiensi operasional yang tercermin dari penurunan beban operasional sebesar 3,54 persen, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terjaga rendah di level 0,89 persen, serta pertumbuhan kredit produktif yang difokuskan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta investasi.
Selain berkontribusi melalui pembagian dividen, Bank Sultra juga terus menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan melalui penyaluran dana CSR di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur di wilayah Sulawesi Tenggara.
Manajemen Bank Sultra menilai sinergi antara pembagian dividen yang optimal dan program CSR berkelanjutan merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Andri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham yang terus memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Bank Sultra sehingga kinerja perusahaan dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.






