Kendari, Radarsultra.co.id – Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sekaligus sebagai pusat berbagai aktivitas tentunya memerlukan sebuah sarana pendukung. Kehadiran rumah aman atau rumah singgah yang baru saja diresmikan oleh Wali Kota Kendari Ir. Asrun sebagai solusi tempat tinggal sementara bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dalam sambutanya Ir. Asrun mengatakan kehadiran rumah aman merupakan wujud bentuk perharian pemerintah kota terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Dan utamanya korban kekerasan terhadap anak dimana saat ini populasi penduduk 20% diantaranya anak-anak , namun mereka adalah 100% masa depan kita.
“Pembangunan gedung rumah aman merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap para korban kekerasan dalam rumah tangga, baik itu kekerasan terhadap anak maupun perempuan dan mendapatkan pelayanan dan penanganan yang serius,” kata Wali Kota Kendari. Jumat (22/9/17)

Lanjut Asrun, Pembangunan rumah aman sebagai pusat koordinasi untuk membangun kerja sama dalam memberikan pelayanan bagi para korban kekerasan terhadap permpuan dan anak serta penanganan terhadap anak-anak jalanan.
“Pemerintah kota kendari sangat berharap dengan hadirnya rumah aman dapat memberikan perlindungan yang maksimal sesuai dengan fungsinya dan senantiasa bersinergi dengan unit layanan terkait, sehingga membantu sebagian tugas pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan secara cepat,tepat dan terpadu. Dalam upaya perlindungan perempuan dan anak serta anak jalanan di Kota Kendari,””, katanya.
“Rumah Aman ini akan menjadi penitipan sementara bagi para korban kekerasan ketika dalam proses penangann kasusnya, agar terhindar dari tekanan psikologis dari rumah tangganya atau pihak tertentu,” lanjutnya.

Pelayanan di rumah aman tersebut, katanya, para korban akan mendapatkan pendampingan dan konseling dari perugas konselor atau pembina yang ditunjuk oleh pemerintah setempat.
“Yang ditunjuk menjadi pembimbing dirumah aman adalah petugas yang memiliki jiwa kesabaran tinggi, serta segala konsekuensinya ketika para korban dititipkan dirumah singgah tersebut dapat menjadi tanggung jawab pemerintah seperti halnya kebutuhan makanan”. tuturnya.
Untuk diketahui pembangunan Rumah Aman menelan biaya sebesar Rp 1, 59 Miliar, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 dan APBD 2017 Kota Kendari, yang berdiri di atas lahan seluas 1.320 meter persegi. Dan letak Rumah Aman berdampingan dengan masjid, kata Ir. Asun, sangat positif karena bisa sekalian diarahkan dalam pembinaan spiritual di masjid tersebut.**







