Kendari, Radarsultra.co.id – Salah satu upaya mencegah kekeringan lahan pertanian, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah memberikan bantuan berupa pompa air kepada para petani, termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sultra Muhammad Nasir mengatakan, bantuan dari Kementan bukan merupakan solusi satu-satunya untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian. Akan tetapi, yang penting harus ada sinergitas bersama instansi dengan terkait lainnya.
“Untuk mengatasi kekeringan ini diperlukan kerjasama yang baik seluruh instansi terkait mulai dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, Dinas Pekerjaan Umum, Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan instansi teknis lainnya,” kata Nasir, Selasa (2/10/2018).
Nasir juga mengakui, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri mengatasi persoalan tersebut. Karena kondisi di lapangan saat ini, air yang akan dipompa sudah sangat berkurang.
“Pertanian tidak bisa jalan sendiri, pertanian hanya menggunakan air tetapi yang menyediakan sarana prasarana itu kan pekerjaan umum (PU) dan instansi lainnya, kalau jalan sendiri tidak akan berhasil,” ungkapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, jika terjadi banyak masalah dari saluran primer dan sekunder, maka air tidak bisa menjangkau lahan pertanian. Ada yang terjangkau tapi luasannya hanya sedikit.
Untuk itu, lanjutnya, Distanak Sultra mengajak instansi lainnya untuk memperhatikan masalah lingkungan ini. Di mana penting ada kerjasama secara terintegrasi dan bersinergi membangun pertanian di wilayah Sultra yang semakin baik.
“Sehingga, dengan adanya langkah tersebut, akan meningkatkan produksi pertanian di wilayah Sultra terkhusus komoditi padi,” ujarnya.
Nasir pun tetap optimis baik musibah banjir dan kekeringan tidak akan berpengaruh signifikan terhadap produksi hasil pertanian Sultra tahun 2018 ini.
Laporan: Robiah Adawiah






