Kendari, Radarsultra.co.id – Petani di Kolaka Timur (Koltim) mendapat tambahan bantuan bibit jagung dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaeman.
Kunjungan Mentan di Koltim beberapa waktu lalu, menitip pesan kepada petani jagung agar meningkatkan kapasitas tanam demi mewujudkan swasembada pangan lokal dan kesejahteraan petani di Koltim.
Wakil Bupati Koltim, Andi Merya Nur menuturkan, hingga saat ini ketersediaan bibit jagung sudah bertambah, pihaknya hanya menyediahkan lahan untuk dilakukan pengelolaan.
“Dari 10.000 ha bantuan bibit jagung, kini menjadi 16.000 ha. Jadi kita cukup mempersiapkan saja lahannya agar bisa tercapai,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (28/10/2018).
Andi Merya menilai, selama ini petani kurang respon menanam jagung, hal itu diakibatkan anjloknya harga, namun dengan adanya harga tetap dari pemerintah Rp3.150 dengan kadar air 15 persen. Sehingga tidak ada lagi keraguan petani untuk menanam jagung.
“Sehingga kami akan menggelar pertemuan dengan para camat karena camat lebih mengetahui kondisi di wilayahnya, terkait kendala petani saat ini, sudah menjadi tugas penyuluh untuk menepis itu semua,” terangnya.
Ia berharap, agar kedepan pemerintah pusat bisa mengakomodir hasil panen jagung para petani misalnya dengan membangunkan pabrik jagung di Koltim, sehingga penjualan petani tidak kemana-mana lagi dan harga pun bisa stabil.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Nasir mengatakan, produksi jagung di Koltim tahun 2017 masih rendah dari daerah tetangganya Konawe dan Konsel yang mencapai masing-masing 16.809 ton dan 38.227 ton setahun.
“Petani jagung di Koltim hanya mampu menghasilkan 9.025 ton dari luas panen 2.281 hektare,” ujarnya.
Oleh karena itu, sambungnya, tahun 2018 ini Koltim bisa mengoptimalkan produksi jagung dengan menambah luas lahan. Pihaknya masih menunggu laporan CPCL (Calon Petani Calon Lahan) untuk diberikan bantuan bibit jagung.
Laporan: Muhammad Randa






