Kendari, Radarsultra.co – Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan pentingnya data kesehatan yang valid sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan di bidang kesehatan. Hal itu disampaikannya saat membuka Pertemuan Validasi Data Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Semester I Tahun 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Kendari di salah satu hotel di Kendari, Rabu (15/7/2026).
Menurut Amir Hasan, data yang akurat menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan, menyusun perencanaan, menetapkan prioritas program, hingga mengevaluasi capaian pembangunan kesehatan. Karena itu, proses validasi data harus dilakukan secara cermat agar menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Tanpa data yang valid, kebijakan yang diambil berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, validasi data menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kesehatan yang efektif,” ujarnya.
Selain menyoroti pentingnya validitas data, Sekda juga mengingatkan seluruh jajaran Dinas Kesehatan agar tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa persoalan internal organisasi tidak boleh memengaruhi kualitas layanan kesehatan.
“Apapun persoalan internal yang terjadi, jangan sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh pelayanan, bukan untuk ikut merasakan dampak dari persoalan internal organisasi,” katanya.
Ia mendorong seluruh jajaran Dinas Kesehatan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme, dan menghilangkan ego sektoral. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang solid, baik di lingkungan internal Dinas Kesehatan maupun dengan perangkat daerah lainnya.
Amir Hasan menambahkan, tantangan pembangunan kesehatan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari bidang pendidikan, lingkungan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.


Pertemuan validasi data tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas jajaran Dinas Kesehatan Kota Kendari, kepala puskesmas, koordinator program P2P, pejabat administrator dan fungsional, serta perwakilan koordinator kepala sekolah dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kegiatan ini juga menghadirkan Inspektur Kota Kendari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Kepala Bidang P2P, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat sebagai narasumber.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap data Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Semester I Tahun 2026 dapat tervalidasi secara menyeluruh sehingga menjadi dasar yang kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Kota Kendari.***






