1

Keracunan MBG Berulang, IDAI Mendesak Evaluasi Gizi Menyeluruh

1

Jakarta, Radarsultra.co – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan surat terbuka kepada Badan Gizi Nasional, mendesak evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul maraknya kasus keracunan makanan yang menimpa anak sekolah di berbagai daerah. IDAI menyatakan keprihatinan mendalam karena program mulia yang seharusnya meningkatkan status gizi justru menimbulkan risiko serius bagi keselamatan anak.

​Kasus keracunan yang berulang, bahkan turut menimpa balita dan ibu hamil, menjadi sorotan utama IDAI. Kelompok rentan ini, menurut IDAI, harus dimasukkan dalam perhatian prioritas program.

1

​5 Poin Penting dalam Surat Terbuka IDAI

​Dalam surat terbukanya, IDAI menegaskan lima poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti oleh Badan Gizi Nasional:

  1. ​Prioritas Keselamatan Kelompok Rentan: Keselamatan anak, balita, dan ibu hamil adalah yang utama dan harus dilindungi dari risiko keracunan.
  2. ​Keamanan Pangan Mutlak: Proses penyediaan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan wajib mengikuti standar keamanan pangan (food safety) untuk mencegah kontaminasi.
  3. ​Jaminan Kualitas Gizi: Menu MBG harus disusun oleh ahli gizi anak untuk memastikan keseimbangan nutrisi yang mendukung tumbuh kembang optimal.
  4. ​Pengetatan Pengawasan: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus tersertifikasi dan senantiasa dimonitor serta dievaluasi ketat oleh Badan Gizi Nasional.
  5. ​Mitigasi dan Layanan Aduan: Perlu disiapkan prosedur mitigasi kasus keracunan yang melibatkan berbagai pihak, serta pemberdayaan layanan aduan masyarakat untuk mengatasi masalah di lapangan.
BACA JUGA :  Dukung Program Nasional, Kadin Sultra Bangun 65 Titik SPPG

​Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subs Kardio(K), menyatakan bahwa satu kasus keracunan saja sudah menjadi masalah besar, apalagi terjadi pada ribuan anak.

BACA JUGA :  Program Makan Bergizi BGN Libatkan UMKM dan Komunitas

“Diperlukan evaluasi secara menyeluruh atas program ini dan memastikan program yang sedang berjalan itu tepat sasaran terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Indonesia,” tegasnya, Minggi (28/9/2025).

​Sementara itu, DR Dr Hikari AMbara Sjakti, SpA, SubsHemaOnk(K), Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, menegaskan kesiapan IDAI untuk berkolaborasi dengan pemerintah, sekolah, dan masyarakat demi memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat kesehatan, gizi, dan masa depan yang lebih baik bagi anak Indonesia

1
1