Radarsultra.co – Alat kontrasepsi dalam rahim atau Intrauterine Device (IUD) kini makin banyak dipilih perempuan Indonesia. Alasannya jelas: IUD sangat efektif mencegah kehamilan dan mudah digunakan dalam jangka panjang. Namun, sejumlah pengguna melaporkan mengalami keputihan berlebih setelah memasang IUD.
Apakah IUD memang menyebabkan keputihan? Apakah kondisi ini berbahaya?
Apa Itu Keputihan (Leukorea)?
Leukorea adalah istilah medis untuk keputihan atau keluarnya cairan dari vagina. Keputihan ini bisa normal (fisiologis) maupun tidak normal (patologis). Keputihan yang normal biasanya:
-
Berwarna bening atau putih susu,
-
Tidak berbau,
-
Tidak menyebabkan gatal atau nyeri.
Namun, jika keputihan berubah warna menjadi kuning, hijau, atau abu-abu, memiliki bau menyengat, dan disertai gatal atau rasa perih, maka perlu diwaspadai karena bisa jadi tanda infeksi.
Temuan Penelitian: Hubungan IUD dan Keputihan
Penelitian selama enam bulan yang dilakukan oleh dosen dan peneliti bidang Kesehatan-Kebidanan di Universitas Sembilanbelas November Kolaka menunjukkan bahwa sebagian pengguna IUD memang mengalami peningkatan keputihan. Keluhan ini tercatat baik melalui laporan pasien maupun hasil pemeriksaan laboratorium.
Menurut peneliti, Yuniarti Ekasaputri Burhanuddin, ada tiga penyebab utama keputihan setelah pemasangan IUD:
-
Respons Tubuh terhadap Benda Asing
IUD adalah benda asing dalam rahim. Tubuh merespons dengan meningkatkan produksi lendir sebagai bentuk pertahanan alami. -
Terganggunya Keseimbangan Flora Vagina
Pemasangan IUD dapat mengubah komposisi bakteri baik di vagina. Ini bisa memicu infeksi ringan, seperti vaginosis bakterialis. -
Kurangnya Edukasi Pasca-Pemasangan
Banyak pengguna belum memahami pentingnya menjaga kebersihan organ intim dan melakukan kontrol rutin setelah pemasangan IUD.
Tanda Keputihan Abnormal yang Harus Diwaspadai
Jika Anda menggunakan IUD dan mengalami keputihan, kenali ciri-ciri berikut yang mungkin menandakan masalah:
-
Warna keputihan berubah (kuning, hijau, abu-abu)
-
Bau tidak sedap
-
Gatal atau nyeri di area vagina
-
Muncul rasa tidak nyaman saat buang air kecil
Langkah Aman bagi Pengguna IUD
Berikut beberapa tips menjaga kesehatan organ reproduksi saat menggunakan IUD:
✅ Lakukan Pemeriksaan Rutin
-
Periksakan diri ke bidan atau dokter kandungan setiap 6 bulan.
-
Lakukan tes Pap Smear dan pemeriksaan IVA secara berkala.
✅ Jaga Kebersihan Area Genital
-
Cuci vulva setiap hari dengan air bersih dan sabun pH seimbang.
-
Hindari sabun antiseptik atau produk pembersih yang mengandung parfum.
-
Keringkan dengan handuk bersih dan ganti celana dalam minimal dua kali sehari.
-
Gunakan celana dalam berbahan katun agar tidak lembap.
❌ Hindari Douching
Membilas vagina bagian dalam (douching) dapat merusak keseimbangan bakteri baik dan memperbesar risiko infeksi.
Terapkan Pola Hidup Sehat
-
Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C, serta probiotik seperti yogurt atau kefir untuk menjaga daya tahan tubuh.
-
Hindari stres berlebih dan jaga pola tidur teratur.
-
Jika keputihan mengganggu, diskusikan dengan dokter apakah perlu mempertimbangkan metode kontrasepsi lain.
Penanganan Keputihan Abnormal
Jika Anda mengalami keputihan yang mencurigakan, lakukan langkah berikut:
-
Konsultasi ke tenaga kesehatan (bidan atau dokter kandungan).
-
Lakukan pemeriksaan laboratorium (swab vagina, pemeriksaan pH).
-
Dapatkan pengobatan yang tepat, apakah itu antibiotik, antijamur, atau antiparasit.
-
Pertimbangkan pencabutan IUD, jika infeksi terjadi berulang kali atau cukup parah.
Kesimpulan
IUD tetap merupakan pilihan kontrasepsi yang efektif dan relatif aman. Namun, pengguna perlu memahami bahwa setiap tubuh bisa merespons dengan cara berbeda. Keputihan yang terjadi bisa jadi hal normal, tapi juga bisa menjadi tanda adanya masalah.
Dengan edukasi yang tepat, kebersihan yang terjaga, serta pemeriksaan rutin, perempuan bisa tetap sehat dan nyaman menggunakan IUD sebagai kontrasepsi jangka panjang.
*Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman lapangan oleh Yuniarti Ekasaputri Burhanuddin, Dosen dan Peneliti Bidang Kesehatan-Kebidanan Universitas Sembilanbelas November Kolaka.







