1

Festival Kaghati Kolope 2025: Jejak Budaya Muna yang Dihidupkan Kembali di Liangkobori

Kepala Desa Liangkobori, Farlin, S.H.,
1

Muna, Radarsultra.co – Semangat pelestarian budaya dan jejak sejarah kembali digaungkan melalui Festival Kaghati Kolope 2025 yang akan digelar selama sepekan penuh, pada 11–18 Juli 2025, di Desa Liangkobori, Kabupaten Muna.

Festival ini menjadi simbol penting dalam upaya merawat dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur yang kaya nilai dan makna.

1

Mengusung tema “Lestarikan Budaya Leluhur: Daseise Lalo Damowanu Liwu”, festival ini akan berlangsung di kawasan bersejarah Penataran Goa Liangkobori—salah satu situs prasejarah terpenting di Sulawesi Tenggara yang dikenal dengan ratusan lukisan dinding purba.

Acara ini menyatukan unsur budaya, pendidikan, dan pariwisata dalam satu rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas lokal, seniman, peneliti, hingga wisatawan domestik maupun mancanegara.

Festival yang telah memasuki tahun ketiga ini diinisiasi oleh pemerintah Desa Liangkobori dan tahun ini berkolaborasi dengan Gerakan Turun Tangan Kendari.

Koordinator Umum Turun Tangan Kendari, La Ode Faykun Maidhani

Koordinator Umum Turun Tangan Kendari, La Ode Faykun Maidhani, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan gerakan kebudayaan akar rumput yang partisipatif dan inklusif.

BACA JUGA :  Claro Hotel Kendari Siapkan Berbagai Doorprize Untuk Pengunjung Di Event Malam Pergantian Tahun 2022-2023

“Festival Kaghati Kolope bukan hanya tentang kesenian atau hiburan, tapi tentang memaknai ulang siapa kita sebagai masyarakat Muna. Kami ingin membuka ruang perjumpaan antara generasi muda dan warisan leluhur, agar sejarah tidak hanya tinggal di masa lalu, tapi hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari,” ujar Faykun, Sabtu (31/5/2025).

Beragam kegiatan akan meramaikan festival ini, di antaranya:

  • Pembuatan dan penerbangan kaghati, yaitu layang-layang tradisional dari daun kolope yang menjadi simbol budaya agraris Muna,
  • Pentas seni tradisional,
  • Pameran tenun dan kerajinan lokal,
  • Diskusi budaya dan sejarah,
  • Lomba-lomba permainan tradisional,
  • Tur edukatif ke dalam Goa Liangkobori.

Kepala Desa Liangkobori, Farlin, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat serta dukungan lintas pihak dalam menyukseskan festival.

Ia menekankan pentingnya festival sebagai wahana penguatan identitas desa dan pengembangan potensi wisata budaya.

“Kami bangga karena Liangkobori bukan hanya menyimpan peninggalan sejarah, tapi juga semangat hidup masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur. Festival ini menjadi bukti bahwa desa kami siap membuka diri, berbagi budaya, sekaligus mengundang siapa pun untuk datang dan belajar bersama,” jelas Farlin, Sabtu, (31/5/2025).

BACA JUGA :  Sambangi Pelabuhan Samudera Kendari, Yudhianto Siap Kembangkan Sektor Perikanan

Festival Kaghati Kolope 2025 mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Muna, Pemerintah Provinsi Sultra, komunitas adat, akademisi, media, serta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Dukungan ini memperkuat misi festival dalam mempromosikan potensi wisata budaya sekaligus memperkaya narasi sejarah Muna yang selama ini belum banyak terekspos ke publik luas.

Dengan diselenggarakannya Festival Kaghati Kolope 2025, masyarakat Desa Liangkobori membuktikan bahwa warisan budaya bukan untuk sekadar dikenang, melainkan untuk dirawat, dirayakan, dan diwariskan.

Festival ini diharapkan dapat menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional bahkan internasional, serta memperkuat posisi Desa Liangkobori sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya di Sulawesi Tenggara.**

1
1