Kendari, Radarsultra.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menunjukkan kiprahnya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui program Pengabdian Kemitraan Internal, tim dosen FEB UHO melatih warga Kelurahan Mokoau, Kota Kendari, untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk eco enzyme yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Mokoau ini bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Eco Enzyme untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga”. Program ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang ingin belajar mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bermanfaat dan bernilai jual.
Ketua Tim Pengabdian, Satira Yusuf, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret FEB UHO dalam mendorong penerapan ekonomi hijau di tingkat rumah tangga.
“Sampah rumah tangga sering dianggap tidak berguna. Padahal, dengan pengetahuan yang tepat, limbah organik bisa diolah menjadi eco enzyme yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, hingga produk pembersih alami,” ungkap Satira Yusuf.
Solusi Lingkungan dan Ekonomi
Program pengabdian ini tidak hanya bertujuan menekan volume sampah rumah tangga, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada warga agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, warga Mokoau diajak untuk mengubah pola pikir terhadap sampah dari beban lingkungan menjadi sumber daya ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kendari yang menekankan pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah secara mandiri. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat gerakan menuju Kota Kendari yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Dukungan dan Kolaborasi Akademisi
Program ini mendapat dukungan penuh dari Universitas Halu Oleo melalui pendanaan internal, yang menjadi wujud komitmen kampus dalam memperkuat peran dosen sebagai agen perubahan sosial. Pendanaan tersebut membuka ruang bagi dosen FEB UHO untuk berinovasi dan menghadirkan solusi berbasis riset terhadap isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan ini, seluruh anggota tim dosen turut terlibat aktif dalam penyampaian materi dan pendampingan praktik. Adapun anggota tim pengabdian terdiri dari:
-
Satira Yusuf, S.E., M.Si. (Ketua Tim)
-
Ika Maya Sari, S.E., M.Si., Ak., CA.
-
Yuli Lestari Labangu, S.E., M.Sc.
-
Taufan Sufatriansa Awal, S.Ak., M.Acc.
-
La Ode Muhammad Saum Fasihu, S.Ak., M.Ak.
-
Fikran (mahasiswa)
-
Heri Hardiansyah (mahasiswa)
Dari Sampah Dapur Menjadi Peluang Usaha
Setelah menerima materi pengantar, peserta langsung diajak mempraktikkan pembuatan eco enzyme menggunakan bahan-bahan organik seperti kulit buah dan sisa sayuran. Proses ini tidak hanya memperlihatkan cara kerja fermentasi, tetapi juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan mudah di rumah.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Salah satu peserta, Ibu Suryani, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.
“Kami bersyukur bisa belajar membuat eco enzyme. Dulu sampah dapur kami buang begitu saja, sekarang bisa dimanfaatkan jadi pembersih alami dan bahkan bisa dijual,” ujarnya penuh semangat.
Pendampingan Berkelanjutan
Tim dosen FEB UHO memastikan kegiatan tidak berhenti di tahap pelatihan saja. Proses fermentasi eco enzyme membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, sehingga akan dilakukan pendampingan lanjutan pada bulan kedua dan ketiga untuk memantau hasil fermentasi serta membantu warga memasarkan produk mereka.
Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab akademisi dalam memastikan transfer pengetahuan benar-benar menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan. Melalui program semacam ini, FEB UHO menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan menghadirkan inovasi hijau yang berdampak pada ekonomi keluarga.






