Kendari, Radarsultra.co.id – Ikatan Alumni Farmasi (IKAF) Universitas Halu Oleo (UHO) Sulawesi Tenggara (Sultra), siang hari tadi menggelar aksi solidaritas dalam rangka memperingati hari Farmasi sedunia yang jatuh pada hari ini Senin 25 September.
Ketua IKAF UHO, Muh. Nurdin Mengatakan, selain memperingati hari farmasi sedunia, aksi damai tersebut juga dilakukan untuk memberikan dukungan moral kepada Amalia sang apoteker yang saat ini tengah menjadi tahanan di Kepolisian Daerah (Polda) Sultra setelah tersandung kasus penyalagunaan obat pada tanggal 13 September 2017 lalu.
“Saya bersama teman-teman alumni dan juga adik-adik mahasiswa junior kami di Farmasi UHO dalam aksi ini membawa nama almamater kami, karena rasa solidaritas kami terhadap Amalia, mahasiswa semester lima Farmasi UHO yang saat ini tersandung masalah di Polda Sultra,” ujar Ketua IKAF, Muh. Nurdin, Senin (25/9/2017).
Menanggapi soal kasus yang dialami oleh Juniornya di fakultas Farmasi UHO tersebut, Nurdin mengatakan pihaknya akan terus memberikan dukungan dalam hal apapun kendati kasus tersebut menurutnya masih abu-abu dan belum jelas apakah Amalia yang berprofesi sebagai asisten apoteker tersebut benar-benar bersalah ataupun tidak.
“Kalau mau dikaji lagi, kan harus dikembalikan ke ranah hukum juga, maksudnya ini masih belum jelas, masih abu-abu apakah dia benar-benar bersalah atau tidak, jadi disini sebetulnya tujuan utamanya kita adakan aksi ini untuk rasa solidaritas kita, dengan memberikan dukungan moril sama saudara kita yang masih aktif di kampus dan saat ini tersandung kasus,” lanjutnya.
Terkait profesinya sebagai apoteker, Nurdin menegaskan bahwa sebelum menjalankan praktek kefarmasian, seorang apoteker terlebih dahulu harus memahami aturan-aturan terkait dengan pekerjaan kefarmasian untuk menghindari kesalahan dalam menjalankan praktek.
“Sebagai seorang farmasi kita menegaskan bahwasannya obat ilegal itu, betul-betul kita tolak penyebarannya,” tegasnya.






