Kendari, Radarsultra.co.id – Produksi padi sawah di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam dua tahun terkahir mengalami peningakatan sejak tahun 2016 ke tahun 2017 dan 2017 terhadap tahun 2018.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra yang dikeluarkan dalam rapat Koordinasi Produksi Tanaman Pangan tanggal 8 November lalu bersama Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi SUltra bersama stakeholder terkait di Kendari.
Tahun 2016 total produksi padi swah mencapai 678.311 ton dengan luas panen 166.288 hektar dengan provitas 40.79 kuital per hektar. Kemudian tahun 2017 produksi mengalami peningkatan 2,27 persen menjadi 693.688 ton dengan luas tanam 164.757 hektar dengan provitas 42,10 kuintal per hektar.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanak Sultra mengatakan untuk tahun 2018 masih dalam tahap angka ramalan atau prediksi sementara. Diprediksi produksi tahun 2018 mencapai 718.200 ton dengan luas lahan 169.234 hektar dengan provitas 42.44 kuintal per hektar. Jika dibanding dengan angka tetap produksi tahun 2017, produksi 2018 meningkat sekitar 3,53 persen.
“Aram itu angka ramalan, tapi kita tetap optimis tahun 2018 kita baka surplus, palagi posisi provitas kita sekarang 42 kuintal per hektar,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (10/11/2018).
Ia pun berharap kepada pemerintah daerah setempat terkhsus wilayah yang menjadi lumbung padi Bumi Anoa dapat terus menjaga dan meningkatkan produktivitas padi masing-masing. Terutama menjaga terjadi gagal panen akibat kemarau, banjir dan serangan hama.
Laporan: Robiah Adawiah






