Kendari, Radarsultra.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan sosialisasi kepada petani agar mempunyai asuransi.
Kadis Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra Muhammad Nasir mengatakan, para petani di Bumi Anoa saat ini belum memahami secara utuh pentingnya manfaat dari asuransi pertanian.
Menurut Nasir, saat ini petani yang mengikuti program dari asuransi belum cukup 10 persen. Padahal sudah memasuki dua tahun. Sejauh ini pihaknya pun terus menyosialisasikan program ini baik secara langsung maupun melalui rapat teknis, dan surat resmi.
“Tapi namanya sosialisasi dan mengedukasi masyarakat apalagi petani tidak mudah dalam memberikan pemahaman dan dalam waktu yang singkat,” ujarnya, Senin (1/10/2018).
Salah satu manfaat asuransi bagi petani adalah dapat memberikan perlindungan terhadap ancaman kegagalan panen di luar dari hal-hal kemampuan manusia pada setiap musim tanam.
Posisi tahun 2017 lalu, yang mempunyai asuransi juga tidak begitu banyak dan saat menghadapi masalah, mereka pun menyesal tidak ikut dalam program asuransi tersebut.
Sehingga, ketika datang masalah baik saat kemarau atau banjir, secara otomatis petani akan mendapatkan premi dari asuransi.
Oleh karena itu, meskipun belum diminati oleh petani, pihaknya terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya asuransi.
“Kami akan sosialisasikan terus betapa pentingnya asuransi melalui penyuluh lewat cyber extension,” pungkasnya.
Laporan: Robiah Adawiah






