Kendari, Radarsultra.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra optimis dapat mencapai target perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 yakni Rp800 juta.
“Kita optimis dapat mencapai target. Penghasilan dari Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan yang memiliki aneka tanaman itu, belum masuk semua, hasil-hasilnya masih ada yang belum terjual. Jadi Insyaallah bisa mencapai target,” jelas Sekretaris Distanak Sultra Asnawati, Selasa (11/9/2018).
Sumber PAD terbesar Distanak Sultra tahun 2018 ditargetkan berasal dari Balai Pengembangan Benih Tanaman Pangan yakni penjualan usaha aneka tanaman. “Totalnya itu Rp 700 juta dari penjualan usaha aneka tanaman,” ungkapnya.
Untuk diketahui, PAD Distanak tahun 2018 ini ditargetkan berasal dari retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi penjualan produksi usaha daerah, dan retribusi sewa rumah dinas.
“Dari jasa lab dan tenaga pemeriksa lapangan Rp 30 juta, lab Keswan Rp 5 juta, penjualan usaha aneka tanaman Rp 700 juta, penjualan usaha aneka ternak Rp 50 juta, retribusi sewa rumah dinas Rp 15 juta, jadi totalnya Rp 800 juta,” pungkasnya.
Laporan: Benny Laponangi






