Kendari, Radarsultra.co.id – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra bersama Universitas Halu Oleo (UHO) menyelenggarakan seminar sistem manajemen perkawinan ternak, di aula Hybrida Distanak Sultra.
“Seminar awal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan populasi ternak sapi potong, melalui kajian di beberapa daerah di Sultra dengan menggandeng UHO,” ungkap Kadistanak Sultra, Muhammad Nasir, Selasa (15/5/2018).
UHO menjadi penanggung jawab dalam kajian tersebut, sehingga pihaknya langsung turun ke lapangan menindaklanjuti data yang ada.
Ia menambahkan, hasil kajian bakal melahirkan rekomendasi yang kemudian menjadi kebijakan.
“Yang dikaji, mengenai sistem perkawinan hewan ternak yang cocok dilakukan di Sultra. Apakah dilakukan kombinasi atau perkawinan alam dengan melepas secara bebas,” ujarnya.
Terdapat sembilan daerah yang menjadi sampel sentra produksi ternak. Setiap daerah memiliki perbedaan baik dari pemeliharaan dan sistem reproduksi.
Sementara itu, penanggung jawab kajian, Prof. Dr. Ir. Takdir Saili, M.Si mengatakan pihaknya akan mengatur perkawinan ternak spesifik untuk suatu lokasi.
“Perkawinan ternak adalah unsur paling penting yang menentukan perkembangan ternak. Sebab, akan melahirkan anak ternak yang menjadi populasi. Jadi yang perlu diperbaiki yakni sistem manajemen perkawinannya,” tutupnya. (b)
Laporan : Andi Nur Muriati






